Operasi SAR Longsor Cisarua Resmi Ditutup Tim SAR gabungan melakukan penyisiran terakhir di lokasi longsor Cisarua sebelum operasi resmi ditutup setelah 22 hari pencarian penuh tantangan.( Foto ilustrasi)

Operasi SAR Longsor Cisarua Resmi Ditutup

Bandung Barat – Operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, resmi ditutup pada Jumat (13/2/2026) setelah berlangsung selama 22 hari. Keputusan tersebut diambil setelah tim SAR gabungan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proses pencarian.

Pencarian korban telah dilakukan sejak 24 Januari 2026, sehari setelah bencana terjadi. Sebelumnya, pemerintah daerah juga lebih dulu mencabut status tanggap darurat longsor pada 6 Februari 2026.

SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana, mengatakan penghentian operasi dilakukan karena seluruh upaya maksimal telah dilaksanakan oleh tim di lapangan.

“Basarnas secara resmi menutup Operasi SAR bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu setelah berlangsung selama 22 hari,” ujar Ade Dian Permana dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi teknis yang mempertimbangkan efektivitas pencarian serta faktor keselamatan personel SAR gabungan.

Selama operasi berlangsung, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi total 101 kantong jenazah atau bodypack. Dari jumlah tersebut, sebanyak 83 korban telah berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.

Ade Dian menambahkan, dari korban yang telah teridentifikasi, sebanyak 64 orang merupakan warga setempat. Seluruh jenazah yang berhasil dikenali identitasnya langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Kemudian untuk korban yang merupakan warga setempat, teridentifikasi sebanyak 64 orang. Seluruh korban yang sudah teridentifikasi langsung diserahkan ke pihak keluarga,” katanya.

Basarnas juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban atas musibah yang terjadi. Pihaknya memastikan seluruh proses pencarian telah dilakukan secara maksimal meski tidak mudah.

“Kami memahami bahwa tidak ada kata yang mampu menggantikan kehilangan. Namun kami memastikan bahwa setiap upaya telah dilakukan secara maksimal,” ujar Ade Dian.

Dengan penutupan operasi SAR ini, rangkaian pencarian korban longsor Cisarua resmi berakhir setelah lebih dari tiga pekan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, relawan, serta unsur pemerintah daerah. (ord)