Banjir Rendam 17 Desa di Jember, Ribuan Warga Terdampak dan Ratusan MengungsiWilayah yang mengalami dampak paling parah berada di Kecamatan Rambipuji ( Foto Ilustrasi)

Banjir Rendam 17 Desa di Jember, Ribuan Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi

Jember – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jember sejak Kamis (12/2/2026) malam hingga Jumat (13/2/2026) dini hari menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Sedikitnya 17 desa di delapan kecamatan terdampak akibat luapan beberapa sungai.

Kepala Pelaksana BPBD Jember, Edi Budi Susilo, mengatakan banjir melanda Kecamatan Panti, Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, dan Balung. Total warga terdampak mencapai 3.944 kepala keluarga (KK).

“Banjir terjadi setelah sejumlah sungai meluap, di antaranya Sungai Dinoyo, Kaliputih, Kaliklepuh, Kalijompo, Rembangan, Bedadung, Karangbayat, dan Gondangdia,” ujarnya.

Air mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 19.00 WIB dengan ketinggian bervariasi antara 30 sentimeter hingga dua meter. Selain merendam rumah, banjir juga menggenangi akses jalan, merobohkan jembatan, dan menyebabkan kemacetan lalu lintas.

BPBD mencatat tiga jembatan dan satu pondok pesantren turut terdampak. Salah satu jembatan bahkan putus akibat derasnya banjir bandang di Desa Suci, Kecamatan Panti, sehingga akses warga sempat terganggu.

Wilayah yang mengalami dampak paling parah berada di Kecamatan Rambipuji, dengan ketinggian air lebih dari satu meter. Sebanyak 299 warga terpaksa mengungsi ke beberapa lokasi yang lebih aman, seperti rumah warga, masjid, dan balai desa.

Para pengungsi tersebar di beberapa titik, di antaranya rumah Ustaz Nurul di Dusun Krajan, rumah Umar di Garuda Kidul Pasar, Masjid Nurul Iman Curah Ancar, serta Balai Desa Rambipuji.

Saat ini, BPBD Jember masih melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari pembersihan sisa banjir, evakuasi warga, hingga distribusi bantuan logistik untuk dapur mandiri. Tim juga terus berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk langkah penanganan lanjutan.

“Hari ini penanganan bencana masih berlangsung dan sejumlah rekomendasi sudah diteruskan ke instansi terkait,” kata Edi. (alr)