Surabaya,- Momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi pengingat bagi orang tua, pendidik, dan masyarakat untuk mengembalikan anak-anak pada masa tumbuh kembang yang sesuai dengan usia mereka. Di tengah maraknya konten media sosial, banyak anak dinilai mulai kehilangan kepolosan karena meniru perilaku orang dewasa.
Rahma Icun guru SDN klurak Sidoarjo menilai fenomena anak-anak yang tampil dengan riasan wajah berlebihan, bergaya layaknya orang dewasa, hingga berjoget dengan ekspresi yang tidak sesuai usia perlu mendapat perhatian serius.
"Kayaknya kembalikan anak-anak pada perilaku alamiah mereka," ujar Rahma Icun.

Menurutnya, masa kanak-kanak seharusnya diisi dengan aktivitas yang mendukung tumbuh kembang, bermain, belajar, dan bereksplorasi, bukan justru didorong untuk tampil dewasa demi mengikuti tren di media sosial.
Rahma menyoroti kebiasaan sebagian anak yang mulai menggunakan makeup berlebihan, mengenakan pakaian yang terlalu dewasa, hingga menampilkan ekspresi yang kurang pantas untuk usia mereka.
"Joget-joget pakai ekspresi nakal, makeup berlebihan, berpakaian terlalu dewasa. Kayaknya enggak pas buat usia mereka yang masih kecil," katanya.
Ia mengajak para orang tua untuk lebih selektif dalam mendampingi anak mengakses media digital serta memberikan teladan yang baik di lingkungan keluarga. Menurutnya, pendidikan karakter dimulai dari rumah dan harus menjadi fondasi utama agar anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara emosional maupun sosial.
Momentum Hari Anak Nasional, lanjutnya, seharusnya menjadi refleksi bersama bahwa setiap anak berhak menikmati masa kecilnya tanpa tekanan untuk tampil seperti orang dewasa. Dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan menjadi kunci dalam menjaga hak anak untuk.(alr)
Momentum Hari Anak Nasional 2026 menjadi pengingat penting agar anak-anak tumbuh sesuai usianya. Pakar pendidikan menilai tren makeup berlebihan, joget dengan ekspresi dewasa, dan gaya berpakaian orang dewasa perlu menjadi perhatian orang tua. 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!