Khofifah Perluas Pasar Murah di Jatim, Beras SPHP Rp55 Ribu Minyakita Rp13 Ribu Kendalikan InflasiMelalui perluasan pasar murah di berbagai kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap inflasi daerah tetap terkendali

Khofifah Perluas Pasar Murah di Jatim, Beras SPHP Rp55 Ribu Minyakita Rp13 Ribu Kendalikan Inflasi

Pasuruan - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui program Pasar Murah Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan 2026. Program yang digelar di Kota Pasuruan dan Porong, Kabupaten Sidoarjo, itu disambut antusias masyarakat karena menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.

Ratusan warga, didominasi ibu rumah tangga, memadati lokasi pasar murah sejak sebelum kegiatan dimulai. Mereka memanfaatkan kesempatan membeli beras, minyak goreng, gula, telur, hingga kebutuhan pokok lainnya dengan harga subsidi yang dinilai sangat membantu meringankan pengeluaran keluarga.

Khofifah mengatakan, pasar murah merupakan salah satu strategi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan harga pangan tetap stabil di tengah dinamika ekonomi.

"Pasar Murah ini terus kami lakukan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga dan daya beli masyarakat. Kami ingin memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang terjangkau," kata Khofifah.


Pasar murah di Kota Pasuruan menjadi pelaksanaan ke-91, sedangkan di Porong merupakan yang ke-92 sepanjang tahun 2026. Program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jatim menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, dan mengantisipasi gejolak harga komoditas strategis.

Berbagai komoditas dijual di bawah harga pasar, di antaranya beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, Minyakita Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, telur ayam ras Rp20.000 per kemasan, serta Beras SPHP kemasan lima kilogram seharga Rp55.000 per sak atau lebih murah sekitar Rp10.000 dibandingkan harga di pasaran.

Menurut Khofifah, keberhasilan pengendalian inflasi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, pelaku usaha, hingga distributor pangan agar pasokan tetap terjaga dan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.

"InsyaAllah, Pasar Murah akan terus kami gencarkan sebagai bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, dan memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau," tegasnya.

Program tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Sarifah, warga Kota Pasuruan, mengaku membeli tiga sak Beras SPHP karena harganya lebih murah dibandingkan di pasaran.

"Alhamdulillah sangat terbantu. Harganya lebih murah dibandingkan di pasaran, jadi bisa menghemat belanja rumah tangga," ujarnya.

Hal serupa disampaikan Ismawati yang membeli Minyakita seharga Rp13.000 per liter. Menurutnya, selisih harga beberapa ribu rupiah sangat berarti bagi pengeluaran keluarga dan diharapkan program pasar murah dapat terus diperluas ke berbagai daerah.

Selain meninjau pelaksanaan pasar murah, Gubernur Khofifah juga menyerahkan paket sembako kepada para tukang becak di sekitar lokasi sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor informal.

Melalui perluasan pasar murah di berbagai kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap inflasi daerah tetap terkendali, distribusi pangan semakin lancar, serta daya beli masyarakat terus terjaga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.(alr)