DBL 2026-2027 Resmi Dimulai di Surabaya, 139 Tim Siap Berebut Gelar dan Wujudkan MimpiSelain meningkatkan kualitas pertandingan, DBL juga terus membangun budaya sportivitas di kalangan suporter.

DBL 2026-2027 Resmi Dimulai di Surabaya, 139 Tim Siap Berebut Gelar dan Wujudkan Mimpi

Surabaya,- Kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027, resmi bergulir dengan Surabaya kembali dipercaya sebagai kota pembuka. Memasuki penyelenggaraan tahun ke-22, DBL menegaskan komitmennya bukan hanya sebagai ajang kompetisi basket, tetapi juga wadah pembinaan karakter dan pengembangan talenta pelajar dari seluruh Indonesia.

Ribuan penonton memadati DBL Arena Surabaya saat laga pembuka Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 East Java digelar. Surabaya kembali menjadi titik awal perjalanan kompetisi yang kini telah menjangkau 31 kota di 22 provinsi, dari Aceh hingga Papua.
Direktur DBL Indonesia, Masany Audri, mengatakan Surabaya memiliki arti penting dalam sejarah perjalanan DBL karena menjadi tempat lahirnya kompetisi basket pelajar tersebut pada 2004.

"Tahun ini kami sangat antusias kembali membuka rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day di Surabaya. Kota ini memiliki sejarah yang sangat penting bagi DBL karena menjadi tempat semuanya dimulai. Dari Surabaya, semangat DBL kemudian tumbuh hingga menjangkau berbagai kota di Indonesia," ujar Masany.

Pada seri Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, sebanyak 139 tim dari 94 sekolah ambil bagian. Peserta tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Jombang, Lamongan, hingga Bangkalan yang untuk pertama kalinya mengirimkan dua sekolah sebagai peserta.

Mengusung tema "Home of The Dreamers", DBL ingin menegaskan bahwa kompetisi ini menjadi tempat bagi pelajar untuk belajar, bertumbuh, serta mengejar cita-cita melalui olahraga.Menurut Masany, nilai yang dibangun DBL jauh lebih besar daripada sekadar mengejar kemenangan di lapangan.

"Sejak awal kami percaya olahraga bukan hanya tentang mencetak juara atau atlet profesional. Yang ingin kami bangun adalah nilai-nilai seperti disiplin, kerja keras, kepemimpinan, sportivitas, kemampuan bekerja sama, hingga tanggung jawab yang akan dibawa para peserta setelah lulus dari DBL," katanya.

Selain meningkatkan kualitas pertandingan, DBL juga terus membangun budaya sportivitas di kalangan suporter. Menjelang kompetisi dimulai, DBL Indonesia menggelar Supporter Gathering untuk mempererat hubungan antarsuporter sekolah sekaligus menanamkan nilai saling menghormati di luar arena pertandingan.


Prestasi DBL juga mendapat pengakuan dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kompetisi ini telah melalui proses kurasi sehingga dapat dimanfaatkan sekolah sebagai salah satu wadah pengembangan talenta peserta didik.

Kepala Puspresnas, Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono, menilai DBL telah memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan generasi muda.

"DBL tidak semata-mata menyelenggarakan kompetisi, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan peserta didik secara utuh melalui pendekatan yang berpusat pada murid, bersifat inklusif, kolaboratif, serta berkelanjutan," ujar Maria.

Memasuki musim ke-22, Honda DBL with Kopi Good Day kembali memulai perjalanannya dari Surabaya, kota yang menjadi saksi lahirnya kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia sekaligus titik awal lahirnya ribuan mimpi generasi muda melalui olahraga.(alr)