Surabaya,-;Kasus dugaan pencurian aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengungkap modus yang tak biasa. Terduga pelaku diduga menggunakan mobil ambulans pribadi untuk mengangkut kursi taman milik Pemkot sebelum dijual ke pengepul barang bekas.
Kasus ini terungkap saat petugas Satpol PP Kota Surabaya melakukan patroli rutin di kawasan Jalan Kaliwaron, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, pada 23 Juni 2026. Awalnya, patroli dilakukan untuk mengawasi keberadaan bangunan liar. Namun, petugas justru menemukan dua kursi taman yang diduga merupakan aset milik Pemkot Surabaya berada di lokasi penjualan barang bekas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Irna Pawanti, mengatakan petugas langsung memeriksa temuan tersebut karena bentuk kursi yang khas dan memiliki identitas Pemkot Surabaya.
"Saat patroli kami melihat ada dua kursi di tempat penjualan barang bekas. Petugas kemudian berbalik untuk memastikan karena bentuknya mirip kursi taman milik Pemkot," ujar Irna, Kamis (7/8/2026).
Hasil pemeriksaan memastikan kedua kursi tersebut merupakan aset Pemkot Surabaya. Saat petugas tiba, kursi bahkan sudah berada di atas timbangan untuk dijual.
Di lokasi, petugas juga mengamankan seorang pria yang datang menggunakan sepeda motor. Saat dimintai keterangan, pria tersebut menunjukkan surat jalan yang diduga palsu sebagai alasan membawa kursi tersebut.
"Yang bersangkutan menunjukkan surat jalan, namun kami menduga surat itu palsu dan seolah-olah digunakan untuk melegalkan penjualan barang tersebut," kata Irna.
Satpol PP kemudian membawa terduga pelaku bersama pemilik tempat penjualan barang bekas ke Polsek Gubeng Polrestabes Surabaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil penyelidikan polisi, terungkap modus yang digunakan pelaku. Kursi taman diduga diangkut menggunakan ambulans pribadi yang berasal dari luar Kota Surabaya. Fakta tersebut baru diketahui setelah proses pemeriksaan di kantor polisi.
"Saat interogasi oleh kepolisian, kami baru mengetahui bahwa kursi tersebut diangkut menggunakan ambulans pribadi," ungkap Irna.
Menurut Irna, ambulans tersebut datang pada pagi hari untuk mengangkut kursi hasil dugaan pencurian ke lokasi pengepul. Setelah menurunkan barang, ambulans langsung meninggalkan lokasi sehingga tidak terlihat saat petugas Satpol PP datang melakukan patroli.
Polisi juga mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Selain dua orang yang telah diamankan, seorang perempuan yang diduga ikut berperan dalam aksi itu masih dalam penyelidikan. Terduga pelaku diketahui merupakan warga Kabupaten Sumenep.
Irna berharap proses hukum berjalan hingga tuntas agar memberikan efek jera sekaligus melindungi aset milik pemerintah dari aksi pencurian.
"Dua orang yang berada di lokasi sudah kami serahkan kepada kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya. (alr)
Kursi taman diduga diangkut menggunakan ambulans pribadi yang berasal dari luar Kota Surabaya 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!