Residivis Begal Pasuruan Diringkus Polda Jatim, Satu Pelaku Ditembak karena Lawan PolisiSelain menangkap dua pelaku utama, polisi turut mengamankan satu orang penadah yang diduga menjadi penampung hasil kejahatan sindikat

Residivis Begal Pasuruan Diringkus Polda Jatim, Satu Pelaku Ditembak karena Lawan Polisi

Pasuruan,- Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim berhasil membongkar sindikat begal dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga Pasuruan. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menangkap dua pelaku utama beserta satu penadah hasil curian.

Satu dari dua pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan terukur di bagian kaki karena melawan saat proses penangkapan berlangsung.

Dua tersangka yang diamankan masing-masing berinisial S dan MS. Keduanya dikenal sebagai pelaku curanmor dengan kekerasan yang kerap beraksi di wilayah Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya. Polisi menyebut para pelaku tidak segan melukai korban demi membawa kabur kendaraan incaran mereka.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan, kedua pelaku merupakan residivis yang sudah beberapa kali keluar masuk penjara dalam kasus serupa.

“Modusnya merampas sepeda motor, rata-rata korbannya perempuan. Kedua tersangka ini juga merupakan residivis yang sudah tiga kali melakukan tindak pidana,” ujar AKBP Arbaridi Jumhur.


Dalam penangkapan tersebut, tersangka MS melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri sehingga petugas memberikan tindakan tegas dan terukur.

“Karena membahayakan petugas saat dilakukan penangkapan, anggota terpaksa memberikan tindakan tegas terukur berupa tembakan di bagian kaki,” tegasnya.

Polisi juga mengungkap para pelaku dikenal sadis saat menjalankan aksinya. Jika korban mencoba mempertahankan kendaraan, pelaku tidak segan melakukan kekerasan menggunakan helm hingga senjata tajam.

“Korban yang melawan biasanya dipukul menggunakan helm dan bahkan dilukai memakai senjata tajam,” tambahnya.

Selain menangkap dua pelaku utama, polisi turut mengamankan satu orang penadah yang diduga menjadi penampung hasil kejahatan sindikat tersebut. Saat ini penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku di sejumlah lokasi kejadian lain di wilayah Pasuruan dan Malang.

Polisi menduga komplotan begal ini telah beraksi di banyak tempat dengan pola kejahatan serupa dan menjadi bagian dari jaringan curanmor lintas wilayah di Jawa Timur.(alr)