Rutan Medaeng Siapkan Ruang Khusus Tahanan Kasus LGBT 29 Tahanan Dinyatakan Positif HIVKepala Rutan Medaeng, Tristiantoro Agus Susanto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan ruang khusus untuk 34 tahanan kasus pesta gay (Foto Ilustrasi)

Rutan Medaeng Siapkan Ruang Khusus Tahanan Kasus LGBT 29 Tahanan Dinyatakan Positif HIV

Surabaya — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya di Medaeng mengambil langkah antisipatif dengan menyiapkan ruang hunian khusus bagi tahanan yang terlibat dalam kasus kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya pengamanan serta perlindungan kesehatan seluruh warga binaan, menyusul adanya puluhan tahanan yang dinyatakan positif HIV

Kepala Rutan Medaeng, Tristiantoro Agus Susanto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan ruang khusus untuk 34 tahanan kasus pesta gay yang ditangkap Polrestabes Surabaya pada 18 November 2025. Dari jumlah tersebut, 29 orang dinyatakan positif HIV berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan.

“Kami menyiapkan ruang hunian khusus sebagai langkah antisipasi setelah menerima informasi hasil pemeriksaan kesehatan yang menyatakan 29 tahanan positif HIV. Ini dilakukan demi keselamatan dan kesehatan bersama,” ujar Tristiantoro, Selasa (6/1/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut diambil untuk mencegah potensi penularan penyakit menular di dalam rutan, sekaligus menghindari gesekan sosial maupun kerawanan keamanan antarsesama warga binaan.

“Penempatan ini sama sekali bukan bentuk diskriminasi. Tujuan utamanya adalah perlindungan kesehatan dan keamanan, baik bagi tahanan yang bersangkutan maupun warga binaan lainnya,” tegasnya.

Tristiantoro memastikan seluruh tahanan yang ditempatkan di ruang khusus tetap memperoleh hak yang sama seperti warga binaan lainnya. Hak tersebut meliputi layanan kesehatan, pendampingan, serta pemenuhan kebutuhan dasar selama menjalani masa penahanan.

Selain itu, pihak Rutan Medaeng juga secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan edukasi pencegahan penyakit menular. Upaya ini dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat.

“Pemeriksaan kesehatan rutin dan edukasi terus kami lakukan agar seluruh warga binaan memahami pentingnya pencegahan penyakit menular,” tambahnya.

Tak hanya berfokus pada aspek kesehatan, kebijakan ini juga bertujuan menjaga kondusivitas dan keamanan di lingkungan rutan. Pihak rutan berharap langkah preventif tersebut dapat meminimalisasi risiko konflik, perundungan, maupun pelanggaran tata tertib.

Rutan Medaeng menegaskan komitmennya untuk menjalankan sistem pemasyarakatan yang humanis, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta memastikan seluruh warga binaan mendapatkan perlakuan yang adil dan bermartabat sesuai ketentuan yang berlaku.(alr)