Jakarta – Aktivitas pelayaran kapal wisata di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, masih ditutup hingga awal Januari 2026. Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi kondisi cuaca perairan serta untuk mendukung proses pencarian korban kapal wisata yang tenggelam di kawasan Taman Nasional Komodo.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut mengacu pada prakiraan cuaca perairan dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang. Menurutnya, izin berlayar baru akan diberikan jika kondisi gelombang laut dinyatakan aman.
“Penutupan masih berlangsung sampai kami menerima laporan resmi tinggi gelombang dari BMKG Tenau Kupang,” ujar Stephanus.
KSOP Labuan Bajo juga telah mengajukan permohonan data terbaru prakiraan cuaca perairan pada 1 Januari 2026. Hingga kini, pihaknya masih menunggu respons dari BMKG sebagai dasar evaluasi pembukaan kembali pelayaran kapal wisata.
Selama masa penutupan, KSOP tidak menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi kapal wisata. Namun demikian, pelayaran kapal besar seperti kapal penumpang Pelni dan kapal feri masih tetap beroperasi dengan pengawasan ketat.
“Yang ditutup adalah pelayaran niaga wisata. Untuk kapal besar dan penyeberangan, masih diperbolehkan berlayar,” jelas Stephanus.
Selain faktor cuaca, penutupan pelayaran juga berkaitan dengan operasi pencarian korban kapal pinisi Putri Sakinah yang tenggelam di Selat Pulau Padar pada 26 Desember 2025. Hingga kini, tiga wisatawan asal Spanyol masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, sebelumnya juga mengimbau wisatawan agar menunda aktivitas wisata bahari di kawasan Taman Nasional Komodo. Ia meminta semua pihak memahami situasi darurat yang tengah berlangsung.
“Kita semua ingin Labuan Bajo tetap aman. Saat ini, yang utama adalah membantu proses pencarian dan evakuasi korban kapal tenggelam,” kata Laka Lena.
Pantauan di Pelabuhan Marina Labuan Bajo menunjukkan suasana yang jauh lebih sepi sejak penutupan diberlakukan. Kapal-kapal wisata tampak bersandar tanpa aktivitas, sementara perairan di sekitar pelabuhan terlihat lengang tanpa lalu lalang wisatawan.
Hingga kini, proses pencarian korban kapal tenggelam masih terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk kapal patroli dan tim SAR, sambil menunggu kondisi cuaca laut yang benar-benar memungkinkan. (ref)
Ilustrasi Pelayaran Kapal Wisata Labuan Bajo Ditutup di Tengah Pencarian Kapal Tenggelam 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!