Penjualan Tiket KAI Selama Nataru 2025/2026 Melonjak, Mobilitas Antarwilayah Kian TinggiLonjakan Signifikan Penjualan Tiket Selama Masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Foto Ilustrasi)

Penjualan Tiket KAI Selama Nataru 2025/2026 Melonjak, Mobilitas Antarwilayah Kian Tinggi

Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan signifikan penjualan tiket selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Hingga Minggu, 4 Januari 2026 pagi, total tiket yang terjual mencapai 4.135.783 tiket, melampaui capaian periode Nataru sebelumnya.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa data tersebut dihitung sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 pukul 08.00 WIB. Jumlah ini tumbuh 10,86 persen dibandingkan Nataru 2024/2025 yang mencatat penjualan 3.730.584 tiket

“Angka ini masih berpotensi bertambah karena penjualan tiket berlangsung hingga Minggu, 4 Januari 2026 pukul 24.00 WIB,” ujar Anne.

Menurut Anne, tingginya penjualan tiket menunjukkan kuatnya mobilitas masyarakat antarwilayah dengan pola perjalanan yang semakin fleksibel. Aktivitas naik dan turun penumpang di berbagai stasiun antara dalam satu lintasan perjalanan turut meningkatkan pemanfaatan layanan kereta api.

Berdasarkan data KAI, penjualan tiket kereta api jarak jauh mencapai 3.363.058 tiket atau setara 121,8 persen dari total kapasitas 2.761.048 tempat duduk. Sementara itu, penjualan tiket kereta api lokal tercatat sebanyak 772.725 tiket, atau 103,7 persen dari kapasitas 745.056 tempat duduk.

Secara keseluruhan, KAI menyediakan 3.506.104 tempat duduk selama periode Nataru 2025/2026. Tingkat keterisian agregat tercatat mencapai 118,0 persen, mencerminkan tingginya permintaan perjalanan masyarakat.

Volume penumpang juga terpantau konsisten sepanjang masa libur akhir tahun. Puncak pergerakan terjadi pada 28 Desember 2025 dengan jumlah pelanggan mencapai 269.719 orang. Hingga awal Januari 2026, jumlah penumpang harian tetap terjaga di atas 200 ribu orang.

“Pola ini mencerminkan permintaan perjalanan yang berkelanjutan selama periode libur panjang,” jelas Anne.

Selain itu, sebaran stasiun keberangkatan dan tujuan favorit menunjukkan pemerataan arus perjalanan di berbagai wilayah. Kondisi ini dinilai memperkuat peran stasiun sebagai simpul utama mobilitas regional.

Anne menambahkan, data tersebut menjadi dasar evaluasi operasional KAI, mulai dari pengelolaan kapasitas, pengaturan jadwal perjalanan, hingga penguatan layanan sesuai kebutuhan pelanggan di setiap koridor.

Pada periode yang sama, program diskon tarif 30 persen untuk kereta api ekonomi komersial juga mendapat respons tinggi dari masyarakat. Program yang berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 itu mencatat penjualan 1.490.523 tiket dari 1.509.080 tempat duduk yang disediakan, atau setara 99 persen.(ref)