Sidoarjo,- Program diseminasi Bahasa Jawa di SDN Klurak merupakan tindak lanjut dari Bimbingan Teknis Revitalisasi Bahasa Jawa yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur pada 27–29 April 2026.
Dalam pembelajaran Bahasa Jawa, terdapat tujuh kompetensi utama yang dikembangkan, yakni menulis aksara Jawa, pidhato, cerita cekak, ndongeng, geguritan, dhagelan tunggal, dan nembang. Namun, dalam kegiatan ini, sekolah memilih fokus pada dhagelan tunggal.
Guru kelas 4 SDN Klurak, Icun Rahma, menjelaskan bahwa pemilihan materi tersebut disesuaikan dengan waktu pelaksanaan yang terbatas serta program sekolah yang akan datang.
“Dari tujuh kompetensi Bahasa Jawa, kami memilih dhagelan tunggal karena durasi pengimbasan di sekolah cukup singkat. Selain itu, Sabtu ini juga ada program SAHAJA SEDANERA yang mengangkat tema serupa,” ujar Icun Rahma.
_mp4-33800.jpg)
Ia menambahkan, kegiatan diseminasi ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung kepada siswa. Mulai dari memahami struktur dhagelan tunggal, menganalisis video lawakan dari Cak Kartolo, hingga membuat naskah menggunakan bantuan AI.
“Tujuan diseminasi ini agar siswa memahami struktur dhagelan tunggal, bisa menganalisis contoh dari Cak Kartolo, kemudian membuat naskah dengan AI, dan akhirnya praktik ndagel secara langsung,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SDN Klurak menyambut positif kegiatan tersebut sebagai bentuk inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena mampu menggabungkan pelestarian budaya Jawa dengan teknologi modern. Ini menjadi cara efektif agar siswa tetap mencintai bahasa daerah di era digital,” ungkap Kepala Sekolah.
Melalui kegiatan ini, siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembelajaran, terutama saat praktik ndagel yang menjadi momen paling menarik.(alr)
SDN Klurak sangat mendukung kegiatan ini karena mampu menggabungkan pelestarian budaya Jawa dengan teknologi modern 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!