Surabaya,-Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur berhasil membongkar komplotan spesialis perampokan rumah kosong lintas provinsi. Empat pelaku berhasil ditangkap, sementara satu orang lainnya masih buron dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
Keempat tersangka yang diamankan masing-masing berinisial DJ (48), SWD (54), dan GTP (38) warga Sidoarjo, serta MS (30) warga Tambaksari, Surabaya. Satu pelaku lain berinisial HEN hingga kini masih dalam pengejaran polisi.
Wakil Direktur Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Umar, mengungkapkan pengungkapan kasus ini berawal dari aksi perampokan di rumah seorang dokter di kawasan Porong, Sidoarjo, pada Senin (6/4/2026).
“Para tersangka ini beraksi saat rumah dalam keadaan kosong. Mereka berhasil membawa kabur emas batangan puluhan gram, barang elektronik, hingga peralatan rumah tangga,” ujarnya saat konferensi pers di Gedung Bidhumas Mapolda Jatim.
Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi pelaku melalui rekaman CCTV dan ciri kendaraan yang digunakan. Tim Jatanras kemudian melakukan pengejaran hingga berhasil menangkap para tersangka di lokasi berbeda.
DJ dan SWD ditangkap saat bersembunyi di wilayah Jawa Barat, sementara GTP dan MS diamankan di wilayah Sidoarjo.
“Setelah menjual hasil curian, mereka membagi uang sekitar Rp22 juta,” jelas Umar.
Sudah Beraksi di 16 TKP
Polisi mengungkap komplotan ini bukan pemain baru. Mereka tercatat telah beraksi di sedikitnya 16 tempat kejadian perkara (TKP) yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Sebanyak 13 TKP berada di Jawa Timur, termasuk Sidoarjo, Pasuruan, Madiun, dan Gresik. Sementara tiga TKP lainnya berada di wilayah Jawa Tengah seperti Solo dan Sragen.
Kanit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKP Muhammad Fauzi, menyebut sebagian besar pelaku merupakan residivis.
“SWD ini pelaku lama sejak 2003, spesialis rumah kosong. DJ juga residivis sejak 2015. MS pernah terlibat kasus curanmor,” ungkapnya.
Selain empat pelaku yang ditangkap Polda Jatim, dua pelaku lain juga telah diamankan oleh Satreskrim Polresta Sidoarjo di Bali. Total komplotan ini berjumlah tujuh orang.
Modus Incar Rumah Kosong
Polisi juga mengungkap modus yang digunakan para pelaku dalam mengincar target. Mereka secara khusus membidik rumah mewah yang ditinggal pemiliknya bekerja, liburan, atau mudik.

Ciri-ciri rumah yang sasaran antara lain lampu teras yang terus menyala, pagar terkunci dengan posisi gembok menghadap keluar, serta kondisi rumah yang tampak kosong.
Para pelaku biasanya beraksi pada siang hari antara pukul 12.00 hingga 15.00 WIB. Namun saat musim libur panjang atau Lebaran, mereka mulai beraksi sejak pagi hari.
“Mereka membobol pintu menggunakan linggis, biasanya lewat pintu belakang. Kalau ada pagar, mereka lompat,” tambah Umar.
Saat ini, polisi masih memburu satu pelaku berinisial HEN yang diduga kuat terlibat dalam seluruh rangkaian aksi tersebut.
“Iya, ini jaringan lintas provinsi. Satu pelaku masih DPO dan terus kami kejar,” tegasnya.(alr)
Dalam aksinya, para pelaku menggasak berbagai barang berharga, mulai dari emas batangan puluhan gram, perangkat elektronik, hingga peralatan rumah tangga. 












Komentar
Tuliskan Komentar Anda!