Helikopter PK-CFX Jatuh di Kalbar, Pilot Asal Sidoarjo Tewas: 8 Korban Ditemukan, KNKT Investigasi Bangke helikopter PK-CFX ditemukan hancur di tengah hutan Kalimantan Barat,(Foto ilustrasi)

Helikopter PK-CFX Jatuh di Kalbar, Pilot Asal Sidoarjo Tewas: 8 Korban Ditemukan, KNKT Investigasi

Sidoarjo, - Tragedi jatuhnya helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX di hutan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, meninggalkan duka mendalam. Dalam insiden ini, seorang pilot asal Sidoarjo, Jawa Timur, dilaporkan menjadi salah satu korban tewas bersama tujuh penumpang lainnya.

Helikopter yang dioperasikan oleh PT Matthew Air Nusantara tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat menjalankan penerbangan rutin di kawasan perkebunan sawit. Setelah dilakukan pencarian intensif, seluruh korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Dari delapan penumpang helikopter yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak, seluruhnya sudah berhasil diidentifikasi,” ujar Kepala RS Bhayangkara Polda Kalbar, Kombes Pol dr. J. Ginting.

Korban pilot diketahui bernama Capt. Marindra Wibowo, warga Sidoarjo, bersama co-pilot Harun Arasyd. Sementara enam penumpang lainnya merupakan karyawan perusahaan perkebunan, termasuk satu warga negara Malaysia.

Seluruh jenazah korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Anton Soedjarwo di Pontianak untuk proses identifikasi lebih lanjut. Pihak keluarga korban pun tampak menunggu dengan penuh harap sejak pagi hingga seluruh identitas dipastikan.

Menurut informasi, helikopter tersebut dijadwalkan tiba di helipad milik PT Graha Agro Nusantara di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya pada pukul 08.50 WIB. Namun, kontak dengan helikopter terputus sekitar pukul 08.39 WIB sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi hancur di wilayah Sekadau.

Pihak operator memastikan bahwa helikopter dalam kondisi layak terbang sebelum keberangkatan.

“Pada saat sebelum keberangkatan, helikopter dinyatakan layak,” ungkap perwakilan PT Matthew Air Nusantara, I Made Topan.

Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Tidak adanya black box pada helikopter menjadi tantangan tersendiri dalam proses penyelidikan, sehingga tim investigasi akan mengandalkan data teknis serta temuan di lokasi kejadian.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dan penyelamatan resmi ditutup. Namun, investigasi untuk mengungkap penyebab jatuhnya helikopter PK-CFX masih terus berlangsung. (alr)