Filosofi John Herdman di Timnas Indonesia: Bangun Sepak Bola dari Akar Rumput hingga Level DuniaHasil besar hanya bisa dicapai melalui proses panjang, bukan jalan pintas. ( Foto Istimewa)

Filosofi John Herdman di Timnas Indonesia: Bangun Sepak Bola dari Akar Rumput hingga Level Dunia

Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengungkapkan filosofi kepelatihannya yang menekankan pentingnya pembangunan sepak bola dari level akar rumput. Menurut Herdman, fondasi yang kuat sejak usia dini menjadi kunci utama dalam membentuk tim nasional yang kompetitif dan berkelanjutan.

Pendekatan tersebut lahir dari perjalanan panjang Herdman di dunia kepelatihan. Ia memulai karier dari pembinaan pemain muda sebelum akhirnya melatih di level tertinggi. Bagi Herdman, membangun tim nasional bukan sekadar mencari hasil instan, melainkan melalui proses jangka panjang yang terstruktur.

Karier kepelatihan Herdman dimulai di tim junior Selandia Baru. Namanya kemudian dikenal luas saat menangani timnas wanita Kanada, di mana ia mencatatkan hasil konsisten dan prestasi internasional. Perjalanan tersebut berlanjut ketika ia dipercaya melatih timnas U-23 Kanada hingga akhirnya menukangi timnas senior.

Puncak pencapaian John Herdman terjadi saat berhasil membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022. Keberhasilan itu, menurutnya, merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun secara bertahap, bukan pencapaian yang datang secara instan.

Herdman juga mengakui bahwa dirinya memiliki latar belakang berbeda dibandingkan banyak pelatih lain, karena tidak pernah berkarier sebagai pemain profesional. Namun, hal itu justru membentuk cara pandangnya sebagai pelatih.

“Saya percaya sepak bola harus dibangun dari level paling dasar, karena di situlah karakter pemain dibentuk.” dalam keterangan persnya 

Ia mengantongi lisensi kepelatihan sejak usia 20 tahun dan menganggap kepelatihan sebagai bagian dari mimpi hidupnya. Pengalaman bekerja di level bawah, akademi profesional, hingga kompetisi internasional membuatnya memahami pemain secara menyeluruh.

“Hasil besar hanya bisa dicapai melalui proses panjang, bukan jalan pintas.” Pungkasnya 

Filosofi tersebut kini dibawa Herdman ke Timnas Indonesia. Ia memposisikan diri sebagai seorang guru, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang nyaman agar pemain bisa berkembang secara maksimal, baik dari sisi teknik, mental, maupun karakter. (ref)