Bandung Barat — Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mempercepat langkah pemulihan bagi warga terdampak longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan setiap kepala keluarga (KK) korban bencana akan menerima bantuan dana sebesar Rp10 juta untuk kebutuhan hunian sementara dan biaya hidup awal.
Bantuan tersebut ditujukan agar para penyintas tidak berlarut-larut tinggal di pos pengungsian. Menurut Dedi, kondisi psikologis warga menjadi perhatian utama pemerintah daerah, sehingga relokasi sementara ke rumah kontrakan dinilai lebih manusiawi dan aman.
“Setiap kepala keluarga kita siapkan sekitar Rp10 juta. Silakan digunakan untuk mengontrak rumah sementara dan memenuhi kebutuhan hidup selama dua bulan,” ujar Dedi
Ia menilai, tinggal terlalu lama di posko pengungsian berpotensi menambah beban mental para korban. Karena itu, pemerintah ingin memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi lebih cepat agar proses pemulihan berjalan lebih baik.
Dalam kunjungan tersebut, Dedi juga meminta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat untuk segera menyiapkan alokasi anggaran bantuan agar dapat segera disalurkan kepada warga terdampak.
Di sisi lain, pemerintah daerah bersama tim SAR masih memusatkan perhatian pada proses pencarian korban yang tertimbun material longsor. Hingga saat ini, enam orang telah berhasil ditemukan dalam operasi evakuasi.
“Proses pencarian masih terus berjalan. Fokus kami sekarang adalah menyelesaikan evakuasi korban dan pemulihan pascabencana,” kata Dedi.
Bencana longsor terjadi di lereng Gunung Burangrang dan berdampak pada sejumlah wilayah permukiman, termasuk Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Bandung Barat.
Berdasarkan data posko desa, sekitar 30 rumah warga tertimbun longsoran tanah. Sebanyak 113 jiwa dari 34 kepala keluarga terdampak. Lima orang dilaporkan meninggal dunia, 23 warga berhasil selamat, sementara puluhan lainnya sempat masuk dalam daftar pencarian.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para korban, baik melalui bantuan darurat, pemulihan tempat tinggal, hingga penanganan pascabencana dalam jangka menengah.(ord)
Dedi Mulyadi memastikan setiap kepala keluarga (KK) korban bencana akan menerima bantuan dana sebesar Rp10 juta (Foto Istimewa) 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!