Cak Eri Siapkan Modal & Mentor, RTBA Surabaya Cetak Pengusaha Muda BerkarakterPendampingan, penguatan mental, dan akses permodalan melalui BPR daerah. Program ini akan dimulai April 2026 dengan 40 peserta dan dimentori pengusaha nasional asal Surabaya,

Cak Eri Siapkan Modal & Mentor, RTBA Surabaya Cetak Pengusaha Muda Berkarakter

Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa setiap pengusaha pemula tentu membutuhkan modal usaha. Karena itu, Pemkot Surabaya juga menyiapkan dukungan permodalan melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik daerah yang terintegrasi khusus untuk mendukung pengusaha muda.

“Bagaimanapun pengusaha awal ini pasti membutuhkan modal. Karena itu kami juga menyiapkan BPR yang ada di Kota Surabaya agar terintegrasi,” kata Eri.

Selain modal, Eri menilai pembentukan karakter dan mental wirausaha menjadi faktor paling penting. Oleh sebab itu, Pemkot Surabaya mendukung penuh hadirnya Ruang Tumbuh Bisnis Akademi (RTBA) sebagai ruang pembinaan.

RTBA dijadwalkan membuka kelas perdana pada April 2026 dengan kuota 40 peserta untuk angkatan pertama.

Ia optimistis, kelas yang akan dimentori langsung oleh pengusaha nasional asal Surabaya, Mustofa Bawasir, mampu mencetak pengusaha muda yang tangguh dan siap berkembang bersama.

Eri juga mendorong agar pengusaha-pengusaha muda di Surabaya tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling berkolaborasi.

“Yang paling penting adalah bisa beradaptasi dan berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya. Dari kegiatan ini, insyaallah akan lahir pengusaha-pengusaha dengan mental dan karakter yang baik, yang bisa memberikan kontribusi nyata bagi Kota Surabaya,” ujarnya.

Eri menambahkan, selama ini banyak orang terjun ke dunia usaha tanpa niat dan mental sebagai pengusaha. Akibatnya, ketika menghadapi tantangan, usaha yang dijalankan sulit berkembang. Melalui kelas RTBA, karakter, keberanian, serta komitmen peserta akan terbentuk sejak awal.

“Kalau sejak awal tidak punya keberanian, itu akan terlihat di dalam kelas. Dari situlah akan muncul mereka yang benar-benar memiliki mental pengusaha dan niat yang kuat,” tegasnya.

Pemkot Surabaya juga akan mengawal kelas RTBA agar bakat dan minat peserta dapat diarahkan dengan tepat. Calon pengusaha akan dibimbing sesuai bidang yang diminati, mulai dari perdagangan, seni budaya, hingga sektor kreatif lainnya, lengkap dengan pendamping profesional.

Sebagai contoh, Eri menyebut marketplace E-Peken yang dikelola Pemkot Surabaya sejak 2023 telah mencatatkan omzet mencapai Rp219 miliar, dan menjadi bukti bahwa ekosistem usaha yang tepat mampu mendorong pertumbuhan ekonomi warga.

Sementara itu, Mustofa Bawasir menambahkan bahwa RTBA akan fokus memperkuat mindset pengusaha muda. Peserta yang awalnya hanya mencoba-coba diharapkan menjadi lebih yakin dan serius setelah mengikuti pembelajaran.

“Pengusaha juga harus punya ilmu usaha. RTBA ini adalah ruang untuk menumbuhkan pengusaha-pengusaha baru dengan fondasi yang kuat,” ujarnya.

RTBA akan membekali peserta dengan materi fundamental bisnis, menyediakan ekosistem usaha, serta membuka akses jejaring melalui forum investor dan klub eksekutif sebagai wadah diskusi dan kolaborasi antar pengusaha.

Melalui program ini, RTBA dan Pemkot Surabaya optimistis dapat melahirkan pengusaha muda yang tidak hanya tampak sukses, tetapi benar-benar memiliki bisnis yang kuat, berkelanjutan, dan mampu menggerakkan perekonomian daerah. (alr)