5 Hari Pencarian, Balita Tenggelam di Sungai Kalidawir Sidoarjo Ditemukan 13 Km dari  lokasi km awalTragis! Balita 1,5 Tahun Hilang di Sungai Kalidawir Ditemukan Tak Bernyawa

5 Hari Pencarian, Balita Tenggelam di Sungai Kalidawir Sidoarjo Ditemukan 13 Km dari lokasi km awal

Sidoarjo ,- Misteri hilangnya balita berusia 1,5 tahun di Sungai Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo akhirnya terungkap. Setelah lima hari pencarian intensif, Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (12/04/2026).

Korban ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB, berjarak kurang lebih 13 kilometer dari titik awal diduga tenggelam. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Porong untuk penanganan lebih lanjut.

Komandan Tim Rescue Basarnas Surabaya, Candra Kristyawan, mengungkapkan jarak penemuan korban cukup jauh akibat derasnya arus sungai.

“Jarak penemuan korban dengan titik duga lokasi kejadian sejauh 13 kilometer,” jelasnya.

Peristiwa ini bermula pada Rabu (08/04/2026), saat korban dilaporkan hilang dari rumahnya. Dugaan tenggelam menguat setelah keluarga menemukan sandal milik korban mengapung di sungai, di tengah kondisi cuaca hujan.

“Dari laporan yang kami terima, korban hilang dan ditemukan satu sandal miliknya terapung di sungai saat kondisi hujan,” ujar Candra.

Selama proses pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan berbagai metode, mulai dari penyisiran darat hingga operasi air dengan membagi tim dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU). Bahkan hingga hari ketiga, enam SRU air dikerahkan untuk menyisir aliran sungai sejauh 6 kilometer.

Namun, pencarian tidak berjalan mudah. Tumpukan sampah dan tanaman enceng gondok menjadi hambatan utama di sepanjang aliran sungai.

“Sampah dan enceng gondok menjadi obstacle saat pencarian dan ada kemungkinan korban tersangkut di sana,” imbuhnya.

Selain penyisiran air, tim darat juga melakukan pencarian di sepanjang bantaran sungai hingga radius 2,7 kilometer dari titik awal, termasuk area Jembatan Penatar Sewu.

Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M., menyampaikan duka mendalam atas musibah ini sekaligus apresiasi atas kerja keras seluruh pihak.

“Kami turut berbelasungkawa atas musibah ini dan berterima kasih atas sinergi seluruh unsur selama operasi SAR berlangsung,” ungkapnya.

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur lintas instansi, mulai dari Basarnas, BPBD Kabupaten Sidoarjo dan Provinsi Jawa Timur, TNI, Polri, hingga puluhan organisasi relawan dan masyarakat setempat. (alr)