Surabaya,- Aksi unjuk rasa bertajuk "Indonesia Sekarat" yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jumat (26/6/2026) petang, berakhir ricuh. Ketegangan terjadi saat sebagian massa berupaya mendekati area gerbang Grahadi dan meminta bertemu dengan perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Aksi yang diikuti kelompok Warga Surabaya Turun Jalan 031 Melawan itu awalnya berlangsung kondusif. Massa menyampaikan berbagai aspirasi melalui orasi sejak sekitar pukul 16.20 WIB.
Situasi mulai memanas ketika salah satu orator mengajak peserta aksi bergerak maju ke arah gerbang sisi barat Gedung Grahadi. Massa kemudian mendekati barikade pengamanan yang telah disiapkan aparat kepolisian.
Dalam perkembangan selanjutnya, sejumlah peserta aksi terlihat melempar botol plastik ke arah area dalam Gedung Grahadi yang dijaga petugas keamanan. Selain itu, pagar besi di sisi gerbang utama dilaporkan mengalami kerusakan saat massa berdesakan di lokasi.
Ketegangan semakin meningkat setelah muncul sekelompok orang bermotor yang datang ke sekitar lokasi aksi. Hingga kini belum diketahui apakah kelompok tersebut merupakan bagian dari peserta demonstrasi atau pihak lain yang berada di sekitar area unjuk rasa.
Petugas kepolisian beberapa kali mengimbau massa agar tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu eskalasi situasi.
"Kepada demonstran, kami mengimbau untuk tertib. Saya minta supaya tenang. Teman-teman massa aksi untuk tertib," ujar salah seorang petugas melalui pengeras suara di lokasi.
Namun, imbauan tersebut tidak sepenuhnya direspons oleh massa. Di tengah suasana yang memanas, sejumlah peserta aksi bahkan sempat menyanyikan lagu kebanggaan Bonek, suporter Persebaya Surabaya.
Hingga sekitar pukul 18.52 WIB, aparat keamanan masih bersiaga di sekitar Gedung Grahadi untuk mengendalikan situasi dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan lebih lanjut.
Dalam penanganan pasca-kericuhan, polisi juga mengamankan 12 orang untuk dimintai keterangan terkait rangkaian peristiwa yang terjadi selama aksi berlangsung. Proses pendataan dan pemeriksaan masih dilakukan guna mengetahui peran masing-masing pihak.
Aksi Indonesia Sekarat sendiri merupakan bagian dari penyampaian aspirasi masyarakat terkait berbagai isu sosial, ekonomi, dan kebijakan pemerintah yang menjadi perhatian peserta demonstrasi.(alr)
Aksi massa di depan Gedung Negara Grahadi memanas setelah peserta mencoba mendekati gerbang, pagar rusak dan lemparan botol terjadi. 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!