Front Anti Kapitalisme Demo di Grahadi Surabaya, Tolak MBG dan Koperasi Merah PutihFront Anti Kapitalisme menegaskan akan terus mengawal berbagai isu yang mereka perjuangkan

Front Anti Kapitalisme Demo di Grahadi Surabaya, Tolak MBG dan Koperasi Merah Putih

Surabaya, -  Puluhan massa yang tergabung dalam Front Anti Kapitalisme menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6/2026) petang. Dalam aksi tersebut, para demonstran menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat.

Sejak sore hari, massa mulai berkumpul di depan kantor gubernur Jawa Timur. Mereka membentangkan spanduk, membawa poster berisi tuntutan, serta secara bergantian melakukan orasi di bawah pengawalan aparat keamanan.

Dalam orasinya, peserta aksi menyoroti sejumlah program pemerintah yang menjadi perhatian mereka. Salah satu yang disuarakan adalah penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Massa menilai program tersebut perlu dievaluasi agar pelaksanaannya benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

Selain itu, demonstran juga mengkritisi keberadaan Koperasi Merah Putih yang menurut mereka perlu ditinjau kembali efektivitas dan dampaknya bagi masyarakat. Mereka meminta pemerintah membuka ruang dialog yang lebih luas untuk mendengarkan aspirasi dari berbagai kelompok masyarakat.

Juru Bicara Front Anti Kapitalisme, Septi Rahma, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian pendapat di muka umum sekaligus upaya mendorong perubahan kebijakan yang dianggap kurang berpihak kepada rakyat.

"Kami ingin pemerintah mendengar suara masyarakat dan membuka ruang dialog yang lebih luas terhadap berbagai persoalan yang terjadi saat ini," ujar Septi Rahma dalam orasinya.

Selain isu kebijakan ekonomi dan sosial, massa juga menyuarakan tuntutan terkait pembebasan sejumlah pihak yang mereka sebut sebagai tahanan politik. Tuntutan tersebut menjadi salah satu poin yang disampaikan selama aksi berlangsung.

Front Anti Kapitalisme menegaskan akan terus mengawal berbagai isu yang mereka perjuangkan. Mereka membuka kemungkinan menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan yang disampaikan belum mendapatkan respons dari pemerintah.

Aksi berlangsung dalam suasana kondusif dengan pengamanan dari aparat kepolisian. Setelah menyampaikan aspirasi melalui orasi dan membacakan tuntutan, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib tanpa insiden berarti. (alr)