Bandung Barat — Operasi pencarian dan pertolongan korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, memasuki hari ke-11 pada Rabu (4/2/2026). Hingga tahap ini, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 85 jenazah, dengan 68 di antaranya berhasil teridentifikasi.
Kepala Kantor Basarnas Bandung, Ade Dian Permana, menyampaikan bahwa 17 kantong jenazah lainnya masih menjalani proses identifikasi lanjutan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Proses ini dilakukan secara cermat untuk memastikan keakuratan data korban sebelum diserahkan kepada keluarga.
Menurut Ade, kondisi cuaca yang relatif cerah berawan turut mendukung kelancaran operasi di lapangan. Meski demikian, seluruh personel tetap mengedepankan prinsip keselamatan mengingat potensi bahaya dari material longsoran yang masih labil.
“Operasi SAR terus dilaksanakan secara terukur, hati-hati, dan profesional dengan mempertimbangkan situasi lapangan serta rekomendasi teknis keselamatan,” ujarnya.
Selain fokus pada pencarian korban, tim SAR gabungan juga mendapat dukungan layanan kesehatan. Upaya pencegahan dilakukan melalui vaksinasi dan pemberian vitamin bagi personel guna meminimalkan risiko paparan virus maupun bakteri dari material longsoran dan jenazah.
Tenaga medis disiagakan di setiap sektor pencarian untuk mengantisipasi kondisi darurat yang mungkin terjadi selama operasi berlangsung. Tim SAR memastikan seluruh tahapan penanganan dilakukan sesuai prosedur demi menjaga keselamatan personel dan kelancaran misi kemanusiaan.
Operasi SAR di kawasan Cisarua akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan dan proses identifikasi dapat diselesaikan secara menyeluruh. (ord)
SAR gabungan tak henti bekerja menembus material longsor Cisarua, mengabdikan tenaga dan nyawa demi menuntaskan misi kemanusiaan(Foto Ilustrasi) 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!