Bali Negara – Proses evakuasi bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali kembali membuahkan hasil. Tim gabungan menemukan dua jenazah korban saat melanjutkan pengangkatan bangkai kapal dengan metode scraping atau penggarukan material dari dasar laut.
KMP Tunu Pratama Jaya diketahui tenggelam pada 3 Juli 2025 dini hari, saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk. Hingga kini, proses evakuasi kapal masih terus dilakukan secara bertahap.
Jenazah pertama ditemukan pada Minggu pagi sekitar pukul 07.15 WITA. Komandan Pos TNI AL Gilimanuk, Yuli Prasetyo, menjelaskan penemuan terjadi saat petugas memantau evakuasi menggunakan Sea Rider. Pada saat bersamaan, kapal crane BC Pioneer 88 sedang mengangkat bangkai truk dari dasar laut.
“Saat bangkai truk diangkat, satu jenazah tiba-tiba muncul ke permukaan. Kami menduga korban tersebut sebelumnya terjebak di dalam material kapal,” ujar Lettu Laut Yuli Prasetyo.
Kuatnya arus Selat Bali sempat menyeret jenazah hingga sekitar satu mil ke arah utara. Petugas Posal Gilimanuk langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengevakuasi jenazah ke pesisir Pantai Gilimanuk untuk penanganan awal.
Jenazah kemudian diserahkan kepada Satuan Polairud Polres Jembrana sebelum diteruskan ke Polairud Banyuwangi. Proses identifikasi akan dilakukan oleh DVI Polda Jawa Timur.
Beberapa jam berselang, jenazah kedua kembali ditemukan mengapung di perairan utara Pelabuhan Gilimanuk. Laporan awal berasal dari nelayan setempat sekitar pukul 14.25 WITA. Posisi jenazah berada sekitar 300 meter dari pelabuhan, tak jauh dari lampu suar.
Tim Pos TNI AL Gilimanuk bersama Ditpolair Polda Bali melakukan pemantauan ketat dan evakuasi. Jenazah kedua berhasil dibawa ke darat melalui Dermaga MB 3 Gilimanuk sekitar pukul 16.00 WITA dengan kondisi sudah rusak.
Jenazah tersebut kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Polres Jembrana ke RSU Negara. Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Arya Agung Arjana Putra, mengatakan koordinasi lintas wilayah masih dilakukan untuk memastikan identitas korban.
Sementara itu, KSOP Kelas III Tanjung Wangi telah menetapkan area terbatas pelayaran di sekitar lokasi evakuasi. Kebijakan ini diterapkan guna menjaga keselamatan navigasi sekaligus mendukung kelancaran proses pengangkatan bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya. (dek)
Kuatnya arus Selat Bali sempat menyeret jenazah hingga sekitar satu mil (Foto Ilustrasi) 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!