Banjir Grobogan Belum Surut, 10.701 KK Terdampak Luapan Sungai dan Tanggul Jebol Banjir Jawa Tengah Meluas, Grobogan Catat 10 Ribu Lebih KK Terdampak (Foto ilustrasi)

Banjir Grobogan Belum Surut, 10.701 KK Terdampak Luapan Sungai dan Tanggul Jebol

Grobogan  – Banjir yang melanda Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sejak Senin (16/2/2026) masih menggenangi sejumlah wilayah hingga kini. Data terbaru mencatat sedikitnya 10.701 kepala keluarga (KK) terdampak akibat luapan tujuh sungai yang melintasi kawasan tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Tengah, Armin Nugroho, menjelaskan bahwa banjir dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan tanggul jebol di beberapa titik serta meluapnya aliran sungai.

“Penyebab utama banjir adalah curah hujan tinggi serta jebolnya tanggul dan luapan Sungai Lusi, Serang, Glugu, Tuntang, Kali Jajar, Renggong, dan Cabean yang berdampak ke permukiman warga,” ujar Armin dalam keterangan tertulis, Senin (23/2/2026).

Puluhan Desa Terdampak Banjir

BPBD mencatat banjir berdampak pada 50 desa di 12 kecamatan, di antaranya Kedungjati, Tegowanu, Gubug, Purwodadi, Karangrayung, Geyer, Toroh, Pulokulon, hingga Penawangan. Selain merendam rumah warga, banjir juga merusak satu rumah berat dan satu rumah lainnya mengalami kerusakan sedang.

Tidak hanya permukiman, sekitar 2.813,1 hektare lahan pertanian ikut terdampak genangan air. Sejumlah fasilitas umum seperti dua tempat ibadah, satu fasilitas kesehatan, dan satu fasilitas pendidikan juga terimbas.

Perlintasan rel kereta api di Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug, bahkan sempat tergenang sehingga memerlukan pemantauan intensif dari petugas.

Fokus Perbaikan Tanggul Jebol

Menurut Armin, penanganan saat ini difokuskan pada perbaikan tanggul yang rusak agar tidak memicu banjir susulan. Beberapa titik tanggul jebol berada di Sungai Cabean Desa Tajemsari, Sungai Jajar Baru Desa Mojoagung, serta Sungai Tuntang di Desa Tinanding.

“Di sektor infrastruktur, terdapat sejumlah titik tanggul jebol yang menjadi prioritas penanganan darurat,” jelasnya.

Petugas juga terus memantau elevasi air di Sungai Lusi dan Sungai Serang melalui Bendung Dumpil, Pos Meduran, Bendung Sedadi, hingga Bendung Klambu sebagai langkah antisipasi.

Sembilan Alat Berat Dikerahkan

BPBD Jawa Tengah mengerahkan sembilan alat berat berupa excavator dan dozer untuk mempercepat penutupan tanggul jebol, khususnya di Desa Tinanding, Kecamatan Godong. Peninggian tanggul darurat dilakukan sekitar 50 sentimeter dengan penguatan bambu, sesek, glugu, serta 200 jumbo bag.

“Pekerjaan darurat masih berlangsung untuk memperkuat tanggul agar mampu menahan debit air,” kata Armin.

Selain perbaikan infrastruktur, BPBD Grobogan bersama tim gabungan terus melakukan assessment, evakuasi warga, serta distribusi logistik dan karung pasir di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Gubug dan Tegowanu. Penyaluran bantuan difokuskan di Desa Jumo, Desa Tajemsari, dan Kelurahan Kalongan.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta mengikuti arahan petugas guna menghindari risiko banjir susulan.(ord)