Achmad Harris Affandi, Jaksa Muda dengan Rekam Jejak Penanganan Kasus StrategisPenugasan barunya ini menjadi bukti kepercayaan institusi terhadap kemampuan dan integritas yang dimilikinya

Achmad Harris Affandi, Jaksa Muda dengan Rekam Jejak Penanganan Kasus Strategis

Surabaya,- Nama Achmad Harris Affandi semakin dikenal sebagai salah satu jaksa muda yang memiliki pengalaman kuat dalam menangani perkara tindak pidana khusus. Dengan latar belakang akademik yang solid dan pengalaman lapangan, ia dinilai mampu mengurai berbagai kasus hukum yang kompleks.

Harris lahir di Sidoarjo dan menempuh pendidikan hukum di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Ia kemudian melanjutkan studi Magister Kenotariatan di Universitas Airlangga. Sebelum menjadi jaksa, ia sempat bekerja sebagai staf legal di perusahaan swasta di Surabaya.

Kariernya di dunia penegakan hukum dimulai saat bergabung sebagai aparatur sipil negara di Kejaksaan Negeri Muna, Sulawesi Tenggara. Pengalaman ini menjadi bekal penting dalam memahami kondisi penegakan hukum di daerah dengan latar sosial yang beragam.

Kemampuan akademiknya kembali terbukti saat mengikuti Pendidikan Pembentukan Jaksa (PPPJ) tahun 2023 di Jakarta. Dari sekitar 400 peserta, Harris berhasil meraih penghargaan Adhi Adhyaksa ke-2 sebagai lulusan terbaik kedua, sekaligus mencatat nilai akademik tertinggi.

Kariernya semakin berkembang ketika ditempatkan di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Surabaya, pada bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus). Di posisi ini, ia terlibat dalam berbagai penanganan kasus besar yang menjadi perhatian publik dan memiliki nilai kerugian negara yang tidak sedikit.

Beberapa perkara yang ditangani antara lain dugaan korupsi perparkiran di PD Pasar Surya, penyimpangan pengadaan ikan di Perikanan Indonesia dan Perikanan Nusantara, kasus kredit fiktif di bank BUMD dan BUMN, hingga perkara di sektor cukai dan kepabeanan. Selain itu, ia juga turut menangani kasus pengerukan kolam yang melibatkan PT Pelindo Regional III.

Kinerja tim Pidsus Kejari Tanjung Perak dalam menangani perkara-perkara tersebut berhasil membawa institusi meraih predikat Kejaksaan Negeri Tipe B Terbaik dalam penanganan tindak pidana korupsi secara berturut-turut.

Di tengah perjalanan kariernya, Harris kemudian mendapat kepercayaan untuk mengemban jabatan sebagai Kepala Sub Seksi Penyidikan dan Pengendalian Operasi Pidsus di Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan.

Menurutnya, jabatan tersebut adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. “Promosi jabatan ini bukan sekadar nama, melainkan amanah yang harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh integritas,” ujarnya.

Penugasan barunya ini menjadi bukti kepercayaan institusi terhadap kemampuan dan integritas yang dimilikinya. Kehadirannya di Kabupaten Pasuruan diharapkan dapat memperkuat penegakan hukum, khususnya dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga kejksaan.(alr)