Kelangkaan LPG 3 Kg di Jatim Sempat Picu Antrean Panjang, Bahlil Pastikan Kini Sudah NormalMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa kondisi tersebut kini sudah teratasi.(Foto ilustrasi)

Kelangkaan LPG 3 Kg di Jatim Sempat Picu Antrean Panjang, Bahlil Pastikan Kini Sudah Normal

Jakarta,- Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram (kg) yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur sempat menimbulkan antrean panjang warga. Bahkan, masyarakat harus menunggu berjam-jam demi mendapatkan satu tabung gas untuk kebutuhan sehari-hari.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa kondisi tersebut kini sudah teratasi. Pemerintah telah mengambil langkah cepat dengan menggelar operasi pasar di wilayah terdampak.

“Sudah clear. Kita lakukan operasi pasar,” ujar Bahlil saat memberikan keterangan di Istana, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Sebelumnya, ratusan warga di Desa Tuwiriwetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, dilaporkan harus mengantre panjang untuk membeli LPG 3 kg. Bahkan, tidak sedikit warga yang pulang tanpa membawa gas karena stok di pangkalan habis.

Salah satu warga, Watini, mengungkapkan bahwa kondisi ini telah terjadi selama sekitar tiga minggu. Ia mengaku harus mengantre lebih dari satu jam untuk mendapatkan gas.
“Hampir satu jam lebih tadi antre agar bisa mendapatkan tabung gas elpiji, dan kondisi seperti ini sudah terjadi selama tiga minggu,” ujarnya.

Selain sulit didapat, harga LPG 3 kg di tingkat pengecer juga mengalami kenaikan signifikan, bahkan mencapai sekitar Rp30.000 per tabung. Sementara di pangkalan resmi, harga masih berada di kisaran Rp18.000 dengan pembelian dibatasi satu tabung per orang menggunakan KTP.

Pemerintah menegaskan akan terus memantau distribusi LPG subsidi agar kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama di wilayah yang rawan mengalami gangguan pasokan.(ref)