Pangandaran – Ratusan rumah di empat desa di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terendam banjir setinggi hingga satu meter pada Selasa pagi (11/11/2025). Peristiwa ini membuat sebagian akses warga terputus.
Empat desa yang terdampak banjir yakni Desa Sukanagara dan Desa Ciganjeng di Kecamatan Padaherang, serta Desa Pamotan dan Desa Kalipucang di Kecamatan Kalipucang.
Ketua Tagana Pangandaran, Nana Suryana, mengatakan banjir terjadi akibat curah hujan tinggi di kawasan hulu Sungai Citanduy. Kondisi tersebut diperparah oleh pasang air laut (pancaroba) yang menahan aliran sungai menuju laut.
“Banjir ini disebabkan oleh hujan deras dan air pasang di muara sungai,” ujar Nana melalui pesan WhatsApp, Selasa.
Air mulai menggenangi permukiman sekitar pukul 08.15 WIB. Luapan Sungai Citanduy menyebabkan genangan air dengan ketinggian 30 sentimeter hingga 1 meter.
“Selain rumah warga, banjir juga merendam lahan persawahan dan jalan utama,” tambahnya.
Akibat banjir tersebut, akses ke salah satu dusun di Kecamatan Kalipucang terputus. Warga di lokasi tersebut sementara waktu terisolasi karena genangan air terlalu dalam untuk dilalui kendaraan.
Nana merinci, di Desa Sukanagara terdapat 22 kepala keluarga (40 jiwa) terdampak, sementara di Desa Ciganjeng ada 9 KK. Di wilayah Kalipucang, sebanyak 30 KK terdampak di Dusun Pamotan RW 01, 80 KK di Dusun Ciawitali, 115 KK di Dusun Majingklak, dan 39 KK di Dusun Girisetra.
Total warga yang terdampak mencapai ratusan jiwa. Hingga pukul 09.30 WIB, air masih merendam rumah warga.
“Kebutuhan mendesak saat ini adalah sembako dan perlengkapan tidur, seperti kasur,” ujar Nana.
Hingga saat ini pemerintah daerah bersama relawan kini tengah menyiapkan bantuan logistik dan posko sementara bagi warga terdampak. (nad)
Ilustrasi Banjir 1 Meter Rendam Ratusan Rumah di Pangandaran 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!