Bandar Narkoba Gunakan Teknologi Canggih, Drone Jadi Mata-mata Lawan AparatIlustrasi Drone Memata-matai Aparat

Bandar Narkoba Gunakan Teknologi Canggih, Drone Jadi Mata-mata Lawan Aparat

Jakarta — Upaya pemberantasan narkoba kini menghadapi tantangan baru. Para bandar di Jakarta mulai memanfaatkan teknologi modern seperti drone dan CCTV untuk memantau pergerakan aparat saat operasi penggerebekan berlangsung.

Praktik ini terungkap setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek dua kawasan rawan narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara, dan Kampung Ambon, Jakarta Barat.

Plt Deputi Penindakan BNN, Brigjen Budi Wibowo, mengatakan para pelaku kini semakin lihai mengamankan diri dengan memanfaatkan alat pemantau udara.

“Setiap pergerakan orang asing maupun aparat langsung terpantau. Mereka menggunakan drone dan jaringan kamera CCTV di berbagai titik,” ujar Budi di Kantor BNN, Cawang, Senin (10/11/2025).

Dalam operasi serentak yang digelar di 34 provinsi pada 5–7 November 2025, BNN berhasil menangkap 1.259 orang yang terlibat dalam jaringan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Dari jumlah itu, 37 orang diidentifikasi sebagai bandar besar, sementara ratusan lainnya akan menjalani rehabilitasi dan wajib lapor.

Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, menyebut operasi ini juga mengungkap betapa kompleksnya pola kerja jaringan narkoba di perkotaan.

“Selain barang bukti narkotika, kami juga menyita perangkat non-narkotika seperti drone, kamera pengawas, senjata api, dan uang tunai miliaran rupiah,” kata Suyudi.

BNN mencatat, barang bukti yang diamankan mencakup 126,32 kilogram sabu, 12,7 kilogram ganja, 1.428 butir ekstasi, serta berbagai jenis psikotropika lain. Selain itu, petugas juga menyita Rp 1,54 miliar uang tunai dan uang palsu Rp 5,5 juta, serta 64 senjata tajam dan 19 senjata api.

Drone yang digunakan para bandar kini menjadi perhatian khusus aparat. Teknologi tersebut bukan hanya membantu pelaku memantau pergerakan polisi, tetapi juga mempercepat koordinasi antaranggota jaringan.

“Ini tantangan baru bagi kami. Perang melawan narkoba kini tidak hanya di jalan, tapi juga di langit dan dunia digital,” ujar seorang penyidik BNN.

Dengan munculnya modus baru ini, BNN menegaskan akan memperkuat kemampuan teknologi dalam setiap operasi.

“Kami terus beradaptasi agar tidak tertinggal. Teknologi mereka canggih, tapi kami tak akan kalah,” tegas Suyudi. (ref)