Kesaksian Bambang, Sopir Selamat Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Ragu Lompat, Tapi Api MembesaBambang, sopir truk yang selamat dari kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, membagikan kisah mencekam saat harus melompat ke laut demi menyelamatkan diri. Meski sempat diliputi rasa takut, ia akhirnya nekat terjun setelah kobaran api terus membesar

Kesaksian Bambang, Sopir Selamat Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Ragu Lompat, Tapi Api Membesa

Surabaya , - Bambang, seorang sopir truk yang selamat dari kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, menceritakan detik-detik menegangkan saat kapal terbakar di perairan utara Pulau Sapudi, Jawa Timur. Demi menyelamatkan nyawa, ia akhirnya nekat melompat ke laut setelah kobaran api semakin membesar.

Bambang mengaku awalnya tidak berani melompat karena takut. Sementara itu, rekan-rekannya yang berada dalam satu rombongan sudah lebih dulu menyelamatkan diri.

"Saya masih ragu-ragu mau lompat karena takut. Api sudah semakin panas dan teman-teman sudah melompat lebih dulu. Mas Ari sempat bilang, 'Mas, ayo lompat.' Akhirnya saya memberanikan diri melompat," kata Bambang.

Setelah terjun ke laut, Bambang mengaku tidak lagi mengingat apa yang terjadi. Ia baru sadar saat sudah berada di kapal penyelamat bersama korban lainnya.

Menurut Bambang, seluruh penumpang yang melompat ke laut menggunakan pelampung sehingga membantu mereka bertahan sambil menunggu pertolongan.Bambang mengatakan, dirinya mengetahui kapal terbakar setelah mendengar teriakan penumpang yang panik.

"Ada yang teriak kebakaran. Saya sempat melihat ke bawah, ternyata api katanya berasal dari dek paling bawah tempat kendaraan. Lama-kelamaan api merambat ke kendaraan lain lalu membesar," ujarnya.

Saat itu, Bambang bersama rombongannya yang berjumlah enam orang baru saja selesai mengambil sarapan. Kepanikan mulai terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, meski ada informasi api sudah terlihat sejak sekitar pukul 06.00 WIB.

Ia menceritakan, setelah melompat ke laut, ombak yang cukup besar membuat para korban tidak bisa berenang menjauh dari kapal.

"Kami tidak bisa langsung berenang ke tengah karena ombak. Tubuh kami terus terdorong hingga menempel ke badan kapal. Bertahan di laut benar-benar setengah mati," ungkapnya.

Di tengah perjuangan menyelamatkan diri, Bambang juga sempat membantu seorang perempuan yang diduga petugas kantin kapal hingga akhirnya berhasil dievakuasi.

Bambang memperkirakan dirinya terapung di laut selama sekitar tiga hingga empat jam sebelum akhirnya dievakuasi kapal penyelamat menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Meski selamat, Bambang mengaku masih memikirkan nasib rekannya, Ari, yang terakhir kali mengajaknya melompat dari kapal.

"Setelah saya lompat, saya sudah tidak melihat Mas Ari lagi. Semoga beliau juga selamat," tuturnya. (alr)