Polisi Selidiki Penyebab Minibus Masuk Jurang di Buleleng, 5 Turis China TewasIlustrasi Polisi Selidiki Penyebab Minibus Masuk Jurang di Buleleng

Polisi Selidiki Penyebab Minibus Masuk Jurang di Buleleng, 5 Turis China Tewas

Buleleng – Polisi terus melakukan penyelidikan terkait kecelakaan maut yang menewaskan lima wisatawan asal China di jalur Singaraja–Denpasar, Buleleng, Bali, pada Jumat (14/11/2025). Salah satu fokus utama penyidikan adalah kondisi minibus Toyota Hiace bernomor N 7605 TA yang membawa rombongan tersebut.

Minibus itu kehilangan kendali dan jatuh ke jurang di kawasan Banjar Dinas Prabukula, Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada. Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.30 Wita saat kendaraan melintas di jalan menurun dan menikung tajam.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Buleleng, AKP Bachtiar Arifin, mengatakan pihaknya masih mengumpulkan informasi penyebab kecelakaan.

“Kami sedang memeriksa apakah sopir mengantuk atau ada masalah teknis pada mobil. Kami juga melibatkan Dishub untuk mengecek kelayakan kendaraan,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).

Rombongan wisatawan tersebut diketahui berangkat dari Canggu menuju Lovina untuk melihat atraksi lumba-lumba. Mereka sempat beristirahat di sebuah minimarket di Bedugul sebelum melanjutkan perjalanan.

Kecelakaan bermula ketika minibus yang membawa 12 penumpang warga negara China itu keluar jalur, menabrak pohon, lalu terguling dan terjun ke jurang. Lima penumpang meninggal dan kini berada di RSUD Buleleng. Mereka adalah:

  1. Xu Huangyuan (65)
  2. Xu Mingbiao (61)
  3. Xu Yuexiang (52)
  4. Zhong Yuemei (63)
  5. Xu Huijuan (61)
  6. Delapan penumpang lainnya mengalami luka-luka dan sedang dirawat di RS KDH Singaraja.

Pengemudi minibus, Arif Al Akbar (39), asal Pasuruan, Jawa Timur, selamat dengan luka ringan dan kini dimintai keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan Konsulat China di Bali untuk memastikan identitas para korban.

“Data para korban sudah kami kumpulkan dan kami komunikasikan ke konsulat agar bisa segera diteruskan kepada keluarga,” kata Bachtiar.

Penyelidikan terus berlanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan yang terjadi di jalur rawan tersebut. (dek)