Cilacap — Pencarian korban hilang akibat longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jumat (14/11/2025), terus dilakukan sejak pagi. Namun, tim penyelamat menghadapi medan yang sangat berat, terutama di dua dusun yang terdampak parah, yakni Cibuyut dan Tarukahan.
Kepala Kantor SAR Cilacap, M Abdullah, menjelaskan bahwa kondisi lapangan membuat proses evakuasi berjalan lambat. Selain akses sulit, tanah di sekitar lokasi masih bergerak dan membahayakan petugas.
“Akses untuk alat berat sangat sulit. Tanahnya juga labil, sehingga kami tidak bisa langsung mengerahkan peralatan besar ke semua titik,” kata Abdullah di lokasi pencarian.
Material Longsor Sangat Tebal, Luncuran Capai Ratusan Meter. Sementara dari hasil pemantauan drone menunjukkan bahwa longsoran dari pucuk bukit meluncur hingga 500–600 meter sebelum menghantam permukiman warga. Area terdampak diperkirakan mencapai 3,2 hektar atau sekitar 32.000 meter persegi.
Abdullah mengatakan ketebalan material yang menimbun rumah warga menjadi salah satu tantangan terbesar. Petugas harus berhati-hati agar proses penggalian tidak memunculkan longsor susulan.
“Ketebalan tanah dan kayu sangat signifikan, jadi butuh waktu lama untuk membuka area secara aman,” ujarnya.
Sementara Hingga siang hari, hanya Dusun Tarukahan yang bisa dijangkau alat berat. Sementara pencarian di Dusun Cibuyut masih dilakukan secara manual karena jalur menuju lokasi belum memungkinkan dilalui kendaraan besar.
“Kalau manual jelas akan memakan waktu panjang. Karena itu kami prioritaskan satu alat berat yang bisa masuk, dan alat alkon untuk mempercepat proses,” jelas Abdullah.
Diketaui Longsor terjadi pada Kamis malam setelah hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah Majenang sejak sore. Tebing di atas permukiman tidak mampu menahan volume air sehingga runtuh dan menimbun rumah penduduk sekitar pukul 20.00 WIB.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Budi Setyawan, menyampaikan bahwa hingga Jumat siang, tiga orang telah ditemukan meninggal dunia. Sementara itu, 20 warga lainnya masih dinyatakan hilang.
“Tim SAR, relawan, dan aparat terus melakukan pencarian dengan segala keterbatasan yang ada,” kata Budi.
Dengan kondisi tanah masih labil dan cuaca tidak menentu, tim penyelamat meminta warga yang tinggal dekat area longsor untuk tetap waspada. Upaya pencarian diperkirakan masih akan berjalan quite lama mengingat medan sulit dan luasnya area terdampak. (ref)
Ilustrasi Medan Ekstrem Hambat Pencarian Korban Hilang Longsor Cibeunying 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!