Masa Pemulihan Longsor Cisarua Dimulai, 24 Korban Masih Belum DitemukanMasih ada sekitar 24 korban yang belum ditemukan atau teridentifikasi.( Foto ilustrasi)

Masa Pemulihan Longsor Cisarua Dimulai, 24 Korban Masih Belum Ditemukan

Bandung Barat – Penanganan bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat kini resmi memasuki masa pemulihan. Pemerintah menghentikan status tanggap darurat pada Jumat, 6 Februari 2026, setelah operasi pencarian korban berlangsung selama 14 hari.

Selama operasi tersebut, tim SAR gabungan berhasil menemukan 94 bodypack, dan 74 korban di antaranya telah teridentifikasi. Meski tidak lagi berstatus tanggap darurat, proses pencarian dan identifikasi korban masih terus dilakukan dengan pola operasi yang disesuaikan kondisi lapangan.

Incident Commander (IC) penanganan longsor Cisarua, Ade Zakir, mengatakan fokus utama pada tahap pemulihan adalah pendataan kebutuhan rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah terdampak.

“Pada masa pemulihan ini, kami mulai menginventarisasi apa saja yang dibutuhkan, baik untuk pembangunan kembali infrastruktur maupun pemulihan ekonomi warga,” ujar Ade, Sabtu (7/2).

Menurutnya, perhatian juga diarahkan pada pemulihan infrastruktur dasar, seperti akses jalan, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Selain itu, pemerintah tengah mengumpulkan dan merekap data sebagai dasar pengambilan kebijakan lanjutan, termasuk rencana relokasi warga terdampak. Saat ini, terdapat beberapa opsi lokasi relokasi yang sedang dikaji, salah satunya dengan memanfaatkan tanah carik desa yang akan diputuskan melalui musyawarah desa.

“Kebutuhan relokasi diperkirakan sekitar 53 unit rumah. Keputusan final masih menunggu hasil musyawarah desa,” jelasnya.

Ade juga memastikan kondisi posko pengungsian sudah kosong. Pengungsi terakhir telah dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, kendala air bersih di wilayah terdampak telah teratasi.

“Kami sangat terbantu dengan dukungan para donatur, termasuk bantuan dari Raffi Ahmad dan Kapolres Cimahi yang membantu pembangunan sumur bor,” ungkap Ade.

Dari target awal 13 titik, realisasi sumur bor mencapai 15 titik dan seluruhnya sudah berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Terkait operasi pencarian, hingga hari terakhir pelaksanaan SAR tidak ditemukan jenazah baru. Namun, proses identifikasi masih terus dilakukan oleh tim DVI Polri.

“Masih ada sekitar 24 korban yang belum ditemukan atau teridentifikasi,” kata Ade.

Secara keseluruhan, dari 77 bodypack yang diproses, 17 di antaranya masih dalam tahap identifikasi lanjutan. Ade menambahkan, berdasarkan hasil pertemuan dengan keluarga korban yang belum ditemukan, seluruh keluarga telah menyatakan ikhlas.

“Kementerian Sosial memastikan seluruh hak korban tetap dipenuhi. Saat ini kami juga sedang menyusun pernyataan tertulis dari pihak keluarga korban,” pungkasnya. (ord)