Surabaya – Sekitar 8 juta jemaah Muhammadiyah di Jawa Timur mulai melaksanakan shalat tarawih pada Selasa (17/2/2026) malam. Pelaksanaan ibadah tersebut mengikuti penetapan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Sukadiono, mengatakan seluruh persiapan telah dilakukan jauh hari, termasuk kesiapan ribuan masjid Muhammadiyah di wilayah Jatim. Ia menyebutkan sedikitnya 5.400 masjid telah disiapkan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tarawih dan kegiatan ibadah selama Ramadhan.
“Keputusan ini mengikuti maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sudah diumumkan sejak November 2025. Kami memastikan seluruh jaringan, mulai dari wilayah hingga cabang, siap melaksanakan ibadah dengan tertib,” ujar Sukadiono.
Ia juga mengimbau jemaah untuk tetap menjaga ketertiban serta saling menghormati perbedaan penetapan awal Ramadhan dengan pemerintah. Menurutnya, penggunaan pengeras suara di masjid diharapkan tetap memperhatikan kenyamanan masyarakat sekitar.
“Pelaksanaan ibadah jangan sampai berlebihan dan tetap menjaga suasana yang kondusif,” tambahnya.
Sementara itu, pemerintah melalui sidang isbat menetapkan awal Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah hasil pemantauan hilal di berbagai wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS.
“Berdasarkan data hisab dan rukyatul hilal, posisi hilal masih terlalu rendah dengan sudut elongasi di bawah batas minimal, sehingga awal puasa ditetapkan sehari setelahnya,” kata Nasaruddin.
Dengan demikian, awal pelaksanaan puasa Ramadhan tahun ini kembali menunjukkan perbedaan penetapan antara Muhammadiyah dan pemerintah, meski keduanya tetap mengimbau masyarakat menjaga toleransi dan persatuan selama menjalankan ibadah. (alr)
Jemaah Muhammadiyah di Jawa Timur mulai melaksanakan shalat tarawih lebih awal, Selasa (17/2/2026) malam. Penetapan awal Ramadhan yang berbeda diharapkan tetap dijalani dengan saling menghormati dan menjaga ketertiban. 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!