Cuaca Ekstrem, Penyeberangan Jangkar–Sumenep dan Jangkar–Lembar DitundaPenundaan keberangkatan kapal motor penyeberangan dari Jangkar ke beberapa pulau di Kabupaten Sumenep (Foto Ilustrasi)

Cuaca Ekstrem, Penyeberangan Jangkar–Sumenep dan Jangkar–Lembar Ditunda

Situbondo – Operasional penyeberangan kapal dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur, menuju sejumlah wilayah ditunda sementara akibat cuaca ekstrem. Penundaan berlaku untuk rute Jangkar–Sumenep (Madura) dan Jangkar–Lembar (Lombok Barat, NTB).

Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Jangkar Situbondo, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur, mengambil keputusan tersebut demi keselamatan pelayaran. Kondisi cuaca di perairan sekitar masih didominasi angin kencang dan gelombang tinggi yang mencapai sekitar 3,5 meter.

Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Jangkar Situbondo, Abdul Hamid, mengatakan penundaan diberlakukan mulai hari ini dan diperkirakan berlangsung satu hingga dua hari ke depan, sambil menunggu cuaca membaik.

“Penundaan keberangkatan kapal motor penyeberangan dari Jangkar ke beberapa pulau di Kabupaten Sumenep dimulai hari ini, demi keselamatan pelayaran,” kata Abdul Hamid, Sabtu (10/1/2026).

Ia menjelaskan, KMP Dharma Kartika yang melayani rute Jangkar–Kalianget–Raas seharusnya berangkat pukul 08.00 WIB, namun harus tertahan di pelabuhan karena gelombang tinggi di perairan Laut Sumenep.

Meski demikian, pihak pelabuhan memastikan tidak terjadi penumpukan penumpang, karena informasi penundaan telah diumumkan sejak beberapa hari sebelumnya.

Selain rute ke Madura, penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, juga mengalami penundaan. KMP Trimas Laila hingga kini masih tertahan dan belum mendapatkan izin berlayar karena menunggu kepastian kondisi cuaca di perairan Bali utara dan Laut Lombok.

“Jika sesuai jadwal, kapal seharusnya berangkat pukul 08.00 WIB. Kami masih menunggu informasi dari KSOP Lembar. Jika cuaca memungkinkan dan membaik sore hari ini, kapal akan diberangkatkan,” ujarnya

Pihak BPTD mengimbau calon penumpang untuk terus memantau informasi resmi dan mengutamakan keselamatan selama kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung.(alr)