Cuaca Ekstrem Hambat Pemulihan Longsor di Desa Tempur JeparaCuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Kabupaten Jepara menghambat proses pemulihan pasca longsor (Foto Ilustrasi)

Cuaca Ekstrem Hambat Pemulihan Longsor di Desa Tempur Jepara

Jepara, Jawa Tengah – Cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Kabupaten Jepara menghambat proses pemulihan pasca longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling. Hujan deras yang disertai angin kencang meningkatkan risiko longsor susulan, sehingga warga diminta untuk tetap waspada saat melintas di kawasan terdampak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengatakan potensi longsor lanjutan masih cukup besar. Bahkan, longsoran kecil sempat terjadi saat dirinya melintasi lokasi beberapa waktu lalu.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak melintasi jalur Desa Damarwulan menuju Desa Tempur saat hujan turun, kecuali dalam kondisi mendesak. Menurutnya, cuaca yang berubah-ubah menjadi kendala utama dalam pembukaan akses jalan.

“Cuaca ekstrem masih menghambat proses pemulihan longsor. Potensi longsor susulan masih ada, sehingga masyarakat diminta tetap waspada,” ujar Arwin.

Arwin menjelaskan, meski kondisi cuaca pada pagi hari relatif bersahabat, intensitas hujan yang meningkat pada siang hari menyebabkan debit air kembali naik. Akibatnya, akses jalan saat ini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.

Berdasarkan pantauan prakiraan cuaca, hujan diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Arah angin dari barat ke timur turut membawa awan hujan ke wilayah pegunungan Jepara, termasuk Desa Tempur dan sekitarnya.

Untuk mempercepat proses pemulihan, BPBD Jepara mengerahkan lima unit eskavator guna membersihkan material longsor yang menutup akses jalan. Alat berat tersebut difokuskan untuk membuka jalur sementara agar wilayah yang sempat terisolasi dapat kembali terhubung.

“Kami mengerahkan lima unit eskavator untuk membuka akses jalan dan mengurangi isolasi warga terdampak longsor,” ungkap Arwin.

Selain penanganan akses jalan, BPBD memastikan kebutuhan logistik bagi warga terdampak masih dalam kondisi aman. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga yang mulai mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi pascabencana.

“Logistik bagi warga terdampak masih tercukupi dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis sudah disiapkan,” pungkasnya.

BPBD Jepara mencatat, bencana tanah longsor tidak hanya terjadi di Desa Tempur dan Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, tetapi juga melanda Desa Bategede (Kecamatan Nalumsari), Desa Sumanding (Kecamatan Kembang), serta Desa Bungu (Kecamatan Mayong). Seluruh wilayah tersebut kini dalam pemantauan intensif guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi lanjutan. (bank)