Banjir Semarang Belum Surut, BMKG Siapkan Modifikasi Cuaca TambahanKondisi Banjir Semarang Belum Surut (Foto Istimewa)

Banjir Semarang Belum Surut, BMKG Siapkan Modifikasi Cuaca Tambahan

Semarang — Sudah lebih dari sepekan berlalu, namun genangan banjir di sejumlah wilayah Kota Semarang, Jawa Tengah, belum juga surut. Air masih bertahan di kawasan Gayamsari, Genuk, Pedurungan, Semarang Utara, dan Semarang Timur dengan ketinggian mencapai 80 sentimeter.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap bahwa hujan ekstrem yang melanda kawasan pantura ini disebabkan oleh aktivitas atmosfer berskala besar. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa fenomena Madden–Julian Oscillation (MJO) yang melintas di wilayah Indonesia bagian barat meningkatkan pembentukan awan konvektif yang memicu hujan dengan intensitas tinggi.

“Aktivitas MJO yang cukup kuat menyebabkan curah hujan harian di beberapa wilayah Jawa Tengah, seperti Banjarnegara dan Kudus, melebihi 100 milimeter,” ujar Andri  Jumat (31/10/2025).

Selain MJO, BMKG juga mencatat pergerakan gelombang Rossby ekuatorial di sekitar Jawa turut memperbesar potensi pertumbuhan awan hujan. Karena itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Tengah hingga awal November.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di daerah yang rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Untuk mempercepat surutnya banjir dan mengurangi potensi hujan susulan, BNPB merencanakan penambahan armada Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah hulu Semarang. OMC dilakukan dengan menaburkan garam (NaCl) ke awan potensial agar hujan jatuh lebih cepat di luar kawasan banjir.

Langkah ini diharapkan mampu membantu percepatan penanganan, terutama pada kawasan rendah yang masih tergenang.

Diketaui dari Data Pusdatinkom BNPB menunjukkan, banjir masih merendam 15 kelurahan di tiga kecamatan, dengan 22.669 jiwa terdampak dan 39 orang mengungsi. Tiga warga dilaporkan meninggal akibat kecelakaan air, sementara satu orang masih dalam pencarian. (orde)