Refleksi Ajaran Ki Hajar Dewantara di Era Digital, Sekolah di Sidoarjo Tanamkan Kearifan Lokal Di era digital, anak-anak memang sangat dekat dengan teknologi Pengenalan terhadap budaya lokal tetap menjadi hal penting agar mereka tidak kehilangan identitas

Refleksi Ajaran Ki Hajar Dewantara di Era Digital, Sekolah di Sidoarjo Tanamkan Kearifan Lokal

Sidoarjo, - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan untuk menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan pelestarian budaya. Di tengah derasnya arus digitalisasi, siswa diajak kembali mengenal dan mencintai kearifan lokal sebagai bagian dari jati diri bangsa.

Sejumlah sekolah di Sidoarjo menggelar kegiatan edukatif berbasis budaya pada Sabtu pagi. Kegiatan tersebut meliputi penggunaan pakaian adat, pertunjukan seni tradisional, hingga pembelajaran berbasis budaya yang dikemas secara kreatif dan interaktif.

Peringatan Hardiknas tahun ini juga menjadi ruang refleksi atas pemikiran Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan nasional, yang menekankan pentingnya pendidikan berbasis karakter dan budaya di tengah perkembangan zaman.

Guru SDN Klurak 1 Sidoarjo, Icun Rahma, menegaskan bahwa momentum Hardiknas menjadi kesempatan penting untuk menanamkan nilai-nilai kearifan lokal kepada siswa, terutama di era digital yang serba cepat.

“Hardiknas ini menjadi momentum penerapan kepada siswa untuk menanamkan nilai-nilai kearifan lokal yang relevan di tengah gempuran era digital seperti saat ini,” ujar Icun Rahma.

Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman tentang pentingnya literasi digital. Literasi tidak lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kecakapan dalam memahami, memilah, dan menggunakan informasi secara bijak.

Di era digital, anak-anak memang sangat dekat dengan teknologi. Namun demikian, pengenalan terhadap budaya lokal tetap menjadi hal penting agar mereka tidak kehilangan identitas. Hal ini sejalan dengan ajaran Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan harus mampu membentuk karakter dan kepribadian.

Melalui peringatan Hardiknas ini, diharapkan siswa mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya bangsa. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya mencetak individu yang cerdas secara digital, tetapi juga berkarakter dan berbudaya.(alr)