Malang, - Jawa Timur – Semangat membangun kepemimpinan generasi muda kembali digaungkan dalam kegiatan Islamic Youth Leadership Training yang digelar PC Al Irsyad Al Islamiyyah Surabaya di Villa Bunda, Lawang, Malang, Jumat (1/5/2026) malam.
Dalam forum pengkaderan yang diikuti sekitar 50 peserta dan puluhan pengurus itu, akademisi Universitas Brawijaya, Ahmad Riyadh, PhD, menegaskan bahwa kunci utama sukses dalam berorganisasi terletak pada kemauan untuk terus belajar dan membangun sinergi.
“Mau sukses berorganisasi harus mau belajar, berani berpendapat, dan bersinergi,” tegas Ahmad Riyadh saat menjadi keynote speaker.
Menurutnya, keberanian menyampaikan pendapat harus diimbangi dengan penguasaan materi yang baik. Hal ini menjadikan proses belajar sebagai fondasi penting bagi setiap kader organisasi.
Ia juga menekankan bahwa forum pengkaderan seperti ini merupakan ruang terbaik untuk melatih kemampuan berpikir kritis sekaligus membangun kolaborasi. Diskusi, lanjutnya, bukanlah ajang pertentangan, melainkan proses bersama untuk menemukan solusi.
“Teman diskusi itu bukan lawan, tetapi mitra untuk memecahkan masalah bersama,” ujarnya.
Riyadh menambahkan, budaya menghargai perbedaan pendapat menjadi kunci dalam membangun organisasi yang sehat dan kuat. Dengan sikap tersebut, sinergi akan lebih mudah tercipta, terutama dalam menghadapi persoalan umat dan kebangsaan.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pentingnya meneladani kepemimpinan Rasulullah SAW dalam menjalankan organisasi. Empat sifat utama, yakni sidiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), fathonah (cerdas), dan tabligh (menyampaikan), dinilai relevan dalam membentuk karakter pemimpin masa depan.
“Menjadi pemimpin harus mencontoh sifat Rasulullah: sidiq, amanah, fathonah, dan tabligh,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Riyadh turut memberikan analogi sederhana tentang kekuatan sinergi. Ia mengibaratkan bahan-bahan sederhana yang jika digabungkan dapat menghasilkan produk bernilai tinggi.
Selain itu, ia mencontohkan bagaimana strategi pengemasan dan distribusi mampu meningkatkan nilai sebuah produk, sehingga organisasi juga perlu cerdas dalam menyampaikan gagasan agar memiliki daya pengaruh yang lebih besar.
Kegiatan ini juga menghadirkan sesi diskusi interaktif bersama senior Al Irsyad Al Islamiyyah, seperti Jamal Attamimi dan Arif Martak, yang turut memperkaya wawasan peserta.
Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir kader-kader muda yang tidak hanya aktif, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual, integritas, serta kemampuan bersinergi dalam membangun masyarakat ke depan. (alr)
Mau sukses berorganisasi harus mau belajar, berani berpendapat, dan bersinergi. Ahmad Riyadh 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!