Surabaya,- Ribuan pengemudi ojek online (ojol) di Surabaya menggelar aksi demonstrasi damai untuk menolak kebijakan tarif yang dinilai merugikan. Massa yang tergabung dalam Aliansi Dobrak mulai bergerak dari Bundaran Waru menuju kantor DPRD Jawa Timur sejak pagi hari.
Sejak pukul 08.00 WIB, sekitar 3.000 driver ojol telah memadati kawasan Bundaran Waru hingga CITO. Mereka membawa berbagai atribut seperti bendera, poster, dan spanduk berisi tuntutan kepada pemerintah dan perusahaan aplikator.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan dua mobil komando yang mengatur jalannya demonstrasi. Dalam orasinya, koordinator lapangan aksi, Samuel, mengimbau seluruh peserta untuk tetap menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi selama penyampaian aspirasi berlangsung.
Samuel menegaskan, para driver ojol mendesak pemerintah daerah untuk mengembalikan tarif sesuai regulasi yang berlaku. Selain itu, mereka juga menuntut penghapusan kebijakan sepihak dari pihak aplikator serta meminta adanya sanksi tegas bagi perusahaan yang melanggar aturan.
“Kami meminta pemerintah mengembalikan tarif sesuai aturan dan menindak tegas aplikator yang melanggar. Jangan sampai driver terus dirugikan,” ujar Samuel dalam orasinya.
Tak hanya itu, para pengemudi juga berharap DPRD Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera mengambil langkah konkret guna melindungi kesejahteraan para driver ojol.
Setelah melakukan orasi di sepanjang Jalan Ahmad Yani, massa kemudian melanjutkan aksi menuju kantor DPRD Jawa Timur. Aparat kepolisian terlihat melakukan pengamanan sekaligus pengaturan lalu lintas dengan mengarahkan kendaraan umum ke jalur kanan untuk mengurai kepadatan.
Aksi ini sempat menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani Surabaya tersendat, namun tetap terkendali berkat pengaturan petugas di lapangan. (alr)
Setelah melakukan orasi di sepanjang Jalan Ahmad Yani, massa kemudian melanjutkan aksi menuju kantor DPRD Jawa Timur 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!