Jasad Anak WN Spanyol Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo TeridentifikasiIdentitas jenazah diumumkan oleh Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra (Foto Ilustrasi)

Jasad Anak WN Spanyol Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo Teridentifikasi

Jakarta – Tim gabungan berhasil mengidentifikasi satu jenazah korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Korban diketahui merupakan anak laki-laki warga negara Spanyol berusia 10 tahun.

Identitas jenazah diumumkan oleh Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra. Korban merupakan anak dari almarhum Fernando Martin Carreras, pelatih tim Valencia B putri, yang sebelumnya juga ditemukan meninggal dunia.

Menurut Henry, proses identifikasi dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) dengan membandingkan data ante mortem dan post mortem bersama tim medis RSUD Komodo. Identitas korban dipastikan melalui ciri medis, termasuk pemeriksaan gigi.

“Identifikasi dilakukan secara profesional dan sesuai standar kemanusiaan internasional, mengingat korban adalah anak dan warga negara asing,” kata Henry, Rabu (7/1).

Jenazah ditemukan di dalam bangkai kapal yang berada di sekitar perairan Pulau Komodo, setelah tim SAR gabungan menerima laporan dari nelayan. Penemuan tersebut terjadi pada hari ke-12 operasi pencarian.

Kapal wisata KM Putri Sakinah diketahui tenggelam pada 26 Desember 2025 di perairan Padar Selatan, kawasan Taman Nasional Komodo. Kapal tersebut mengangkut 11 orang, terdiri dari empat anak buah kapal, satu pemandu wisata WNI, serta enam wisatawan asal Spanyol dari satu keluarga.

Dari kejadian tersebut, tujuh orang berhasil selamat, sementara empat penumpang dinyatakan hilang. Seiring proses pencarian, tiga korban telah ditemukan meninggal dunia, sehingga kini tersisa satu korban yang masih belum ditemukan.

Operasi Pencarian Hari ke-13

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan pencarian hari ke-13 difokuskan di area selatan Pulau Komodo, termasuk lokasi bangkai kapal. Operasi melibatkan 168 personel gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, KSOP, Balai Taman Nasional Komodo, BPBD, komunitas penyelam, serta unsur lainnya.

Pencarian juga didukung drone thermal, sonar, dan penyelaman langsung di sekitar puing kapal. Total 18 alat utama dikerahkan dalam operasi ini.

Fathur menyebutkan, Rabu (7/1) semula merupakan hari terakhir operasi SAR. Namun, atas permintaan Kedutaan Besar Spanyol, pencarian resmi diperpanjang selama dua hari untuk menemukan satu korban yang masih hilang.

“Perpanjangan dilakukan sesuai permintaan Kedutaan Besar Spanyol dan telah disetujui,” ujar Henry.

Tim SAR berharap dengan perpanjangan waktu dan dukungan peralatan pencarian bawah air, korban terakhir dapat segera ditemukan.(Ref )