Tujuh Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Berhasil DiidentifikasiKorban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Sulsel: Tim DVI Identifikasi 7 Korban (Foto Ilustrasi)

Tujuh Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Berhasil Diidentifikasi

Jakarta – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan berhasil mengidentifikasi tujuh jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Muhammad Haris menjelaskan, tujuh jenazah tersebut diterima tim DVI pada Jumat, 23 Januari 2026, sekitar pukul 14.40 WITA. Proses identifikasi dilakukan oleh tim gabungan dengan menggunakan metode ilmiah yang meliputi pemeriksaan sidik jari, data gigi, properti pribadi, serta ciri medis.

Adapun tujuh korban yang berhasil diidentifikasi yaitu 

1 Yoga Naufal Prakoso asal Jakarta Timur

2 Hariadi dari Karanganyar Jawa Tengah

3 Muhammad Farhan Gunawan Luwu Timur Sulawesi Selatan,

4 Ferry Irawan asal Bekasi Jawa Barat

5 Dwi Murdiono dari Bogor Jawa Barat

6 Restu Adi Pribadi dari Jakarta Timur.

7 Andy Dahananto asal Tangerang Banten.

Sebelumnya, tim DVI juga telah mengidentifikasi tiga korban lainnya, yakni Deden Maulana yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta dua pramugari pesawat ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisono dan Esther Aprilita.

Pesawat ATR 42-500 tersebut diketahui membawa total 10 orang dan dinyatakan hilang kontak saat hendak mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Sabtu, 17 Januari 2026. 

Puing pesawat kemudian ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung setelah dilakukan pencarian selama beberapa hari. (ref)