Tiga Dusun di Lumajang Terisolasi Akibat Banjir Lahar Gunung Semeru, Banyak Siswa Belum Bisa PulangTiga Dusun di Lumajang Terisolasi Akibat Banjir Lahar Gunung Semeru

Tiga Dusun di Lumajang Terisolasi Akibat Banjir Lahar Gunung Semeru, Banyak Siswa Belum Bisa Pulang

Lumajang – Banjir lahar hujan dari Gunung Semeru kembali melanda wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (5/11/2025). Akibatnya, tiga dusun di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, yakni Dusun Kaliwelang, Liwek, dan Glendang Petung, kini terisolasi.

Banjir terjadi sekitar pukul 10.09 WIB dan menghantam aliran Sungai Regoyo. Arus lahar yang deras merusak jembatan limpas—penghubung antara Kecamatan Pasirian dan Tempursari—sehingga jalur utama warga tidak bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Kepala Desa Gondoruso, Maman Suparman, menyebut lebih dari 300 kepala keluarga terdampak akibat terputusnya akses tersebut. “Yang terdampak cukup banyak karena akses di Jembatan Limpas ini benar-benar terputus,” ujarnya saat ditemui di lokasi banjir.

Maman menambahkan, banyak warga, termasuk anak-anak sekolah, belum bisa pulang ke rumah karena jalan tidak bisa dilewati. “Masih banyak anak-anak yang tertahan di luar dusun. Kami sedang koordinasi dengan BPBD Lumajang untuk membuat jembatan darurat atau jalur alternatif agar akses warga bisa pulih sementara,” jelasnya.

Sementara itu, Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru mencatat getaran banjir lahar dengan amplitudo maksimal 38 milimeter di seismograf. Hal ini menunjukkan intensitas aliran lahar cukup kuat.

Selain memutus akses jalan, enam penambang pasir juga sempat terjebak di area sungai saat banjir terjadi. Beruntung, seluruhnya berhasil menyelamatkan diri. “Tadi ada enam penambang yang terjebak, tiga sudah keluar, dan tiga lainnya naik ke bukit. Alhamdulillah semuanya selamat,” kata Maman.

Hingga malam hari, petugas gabungan bersama warga masih berupaya mengevakuasi dan memulihkan jalur komunikasi serta transportasi di tiga dusun yang terisolasi tersebut.(bank)