Bali - Layanan penyeberangan di Pelabuhan ASDP Gilimanuk, Bali, kembali dibuka setelah penghentian operasional selama 24 jam dalam rangka menghormati perayaan Hari Raya Nyepi. Aktivitas pelabuhan mulai normal sejak pukul 06.00 WITA, Jumat (20/3/2026).
Pembukaan operasional ditandai dengan sandarnya kapal pertama yang langsung melayani penyeberangan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Kapal tersebut menjadi awal dari kembali bergeraknya arus transportasi antara Pulau Bali dan Jawa.
Komandan Pos TNI AL Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, mengungkapkan bahwa kapal pertama yang beroperasi adalah KMP Prahtita.
“Kapal yang pertama sandar dan berangkat pertama dari Pelabuhan Gilimanuk adalah KMP Prahtita,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pasca penutupan, sebanyak 30 kapal telah disiapkan dan dioperasikan di lintasan Gilimanuk–Ketapang. Langkah ini dilakukan guna mempercepat penguraian antrean panjang yang sempat terjadi menjelang dan selama Nyepi.
Menurut Prasetyo, seluruh unsur terkait telah bersinergi agar layanan penyeberangan berjalan optimal dan kembali normal dalam waktu cepat.
“Dengan armada yang sudah beroperasi, diharapkan arus kendaraan dan penumpang dapat segera terurai dan kembali lancar,” katanya.
Dibukanya kembali Pelabuhan Gilimanuk menjadi momentum penting dalam pemulihan mobilitas masyarakat, terutama di tengah arus mudik Lebaran 2026 yang mengalami peningkatan signifikan.
Setelah sebelumnya, operasional pelabuhan dihentikan total selama 24 jam, mulai Kamis (19/3/2026) pukul 05.00 WITA. Penutupan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu di Bali yang menjalankan Catur Brata Penyepian saat Nyepi.
Dengan kembali beroperasinya pelabuhan, diharapkan distribusi logistik, perjalanan pemudik, serta aktivitas ekonomi antara Bali dan Jawa dapat kembali berjalan lancar.(dek)
Pelabuhan Gilimanuk resmi kembali beroperasi pada Jumat (20/3/2026) pagi setelah sempat ditutup selama Hari Suci Nyepi. 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!