Kendal Jawa Tengah – Banjir kembali melanda Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Sebanyak 23 desa di tujuh kecamatan terdampak akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (15/1/2026) hingga Jumat dini hari.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Kendal, sedikitnya 9.196 warga terdampak banjir. Air merendam sekitar 4.000 rumah dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 1 meter di beberapa titik terparah.
Wilayah dengan dampak paling besar berada di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu. Genangan air setinggi hampir satu meter membuat aktivitas warga lumpuh dan memaksa sebagian penduduk bertahan di rumah atau mengungsi ke tempat aman.
Selain Kaliwungu, banjir juga terjadi di Kecamatan Brangsong. Luapan air dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Waridin, sehingga air sungai mengalir deras ke permukiman warga sejak Kamis malam.
Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, menyebut kondisi banjir di beberapa wilayah mulai berangsur surut sejak Jumat pagi.
“Di Kecamatan Ngampel, Pegandon, Brangsong, dan Kaliwungu air sudah mulai surut. Namun kami tetap siaga karena cuaca masih berpotensi hujan,” ujarnya.
Meski air mulai turun, proses evakuasi warga masih dilakukan, terutama di Kecamatan Pegandon. Petugas memprioritaskan keselamatan kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, BPBD Kendal bersama tim gabungan telah mendirikan dapur umum di Kecamatan Pegandon dan Kaliwungu. Bantuan logistik terus disalurkan agar warga dapat bertahan selama masa pemulihan pascabanjir.
Hingga saat ini, petugas masih melakukan pemantauan intensif di wilayah rawan, mengingat curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah.(bal)
Meski air mulai turun, proses evakuasi warga masih dilakukan, terutama di Kecamatan Pegandon(Foto Ilustrasi) 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!