57 Kantong Jenazah Korban Ponpes Al-Khoziny Tiba di RS Bhayangkara, Tim DVI Lakukan RekonsiliasiTim DVI Lakukan Rekonsiliasi

57 Kantong Jenazah Korban Ponpes Al-Khoziny Tiba di RS Bhayangkara, Tim DVI Lakukan Rekonsiliasi

Surabaya – Proses identifikasi korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, terus berlangsung di Posko Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur. Hingga Senin sore (6/10/2025), tim telah menerima 60  kantong jenazah, termasuk sejumlah bagian tubuh atau body part yang masih harus diuji lebih lanjut.

Seorang petugas DVI di lokasi menjelaskan bahwa dari total kantong jenazah tersebut, 10 di antaranya telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga korban. Sementara 5 kantong lainnya berisi potongan tubuh, yang masih menunggu proses pencocokan identitas.

Petang ini kami akan menggelar proses rekonsiliasi. Seluruh tim ahli mulai dari forensik, NAFIS, hingga dokter gigi forensik akan melakukan pencocokan antara data antemortem dan post mortem,” ujar Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol Khusnan Marzuki,

Proses rekonsiliasi menjadi tahapan penting untuk memastikan keakuratan identitas setiap korban, terutama bagi jenazah yang sudah tidak utuh. Pihak DVI menekankan bahwa seluruh prosedur dilakukan secara ilmiah, transparan, dan hati-hati demi menghormati para korban serta memberikan kepastian bagi keluarga yang menunggu kabar.

Kombes Khusnan juga mengimbau keluarga korban untuk terus aktif memberikan informasi tambahan yang dapat mempercepat proses pencocokan, seperti foto gigi, tanda lahir, atau catatan medis pribadi.

“Foto korban yang memperlihatkan gigi sangat membantu dalam proses identifikasi, sambil menunggu hasil uji DNA yang menjadi data primer,” tambahnya.

Sejak peristiwa tragis ambruknya bangunan ponpes pada pekan lalu, Tim DVI Polda Jatim bekerja hampir tanpa henti di bawah koordinasi langsung Mabes Polri dan BNPB. Proses identifikasi diperkirakan masih akan berlanjut beberapa hari ke depan, mengingat sebagian besar jenazah ditemukan dalam kondisi sulit dikenali. (bank)