Jakarta Selatan — Sudah tiga hari berlalu sejak jebolnya tanggul Baswedan di aliran Kali Pulo, kawasan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, namun banjir belum sepenuhnya surut. Warga di RW 006 kini mulai kelelahan dan mengeluhkan kondisi yang kian sulit.
Pantauan di lokasi pada Minggu (2/11), air di beberapa titik permukiman masih mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa. Warga memilih bertahan di rumah masing-masing karena khawatir harta benda mereka hanyut terbawa arus.
Murjilah (59), warga setempat, mengatakan kondisi lingkungan semakin tidak sehat karena air bercampur lumpur dan sampah. Ia juga mengaku belum ada kepastian kapan perbaikan tanggul dilakukan secara permanen.
“Airnya masih tinggi, capek banget tiap hari bersihin rumah. Bau sampah makin parah, anak-anak mulai batuk-batuk,” kata Murjilah saat ditemui di lokasi, Minggu siang.
Beberapa warga lain menuturkan bantuan logistik mulai berdatangan, namun masih terbatas. Mereka berharap Pemprov DKI segera mempercepat perbaikan tanggul dan menambah pompa penyedot air di titik-titik terdalam.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Iswandi, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim gabungan sejak Kamis malam untuk membantu evakuasi warga dan mempercepat penyurutan air. Hingga Minggu pagi, BPBD mengoperasikan empat pompa portabel tambahan di kawasan Jati Padang.
“Kami masih fokus menurunkan genangan dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Air di beberapa titik sudah mulai surut, tapi masih ada kendala aliran balik dari Kali Pulo,” ujar Iswandi dalam keterangannya, Minggu (2/11).
BPBD juga bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk memperkuat tanggul sementara menggunakan karung pasir sambil menunggu perbaikan permanen.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin menegaskan bahwa Pemprov DKI akan segera memperbaiki tanggul Baswedan begitu air benar-benar surut. Ia menyebut perbaikan membutuhkan waktu karena kondisi tanah di sekitar tanggul masih labil.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas SDA. Begitu situasi memungkinkan, alat berat langsung diturunkan. Fokus utama sekarang adalah keselamatan dan kebutuhan warga,” kata Munjirin. (ref)
Ilustrasi Tanggul Baswedan Jebol 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!