SEMARANG – Langit yang terus menumpahkan hujan deras di Semarang dan Demak lima hari terakhir membuat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengambil langkah tak biasa. Ia menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BMKG untuk melakukan rekayasa cuaca—upaya “mengatur langit” agar curah hujan tak lagi memperparah banjir.
“Saya terus koordinasi dengan pusat, baik BMKG maupun BNPB, untuk rekayasa cuaca,” ujar Luthfi saat meninjau banjir dan menyerahkan bantuan di Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Selasa (28/10/2025).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi cepat tanggap Pemprov Jateng dalam menghadapi ancaman banjir berkepanjangan yang melanda wilayah pantura.
Rekayasa cuaca atau weather modification technology (WMT) diharapkan bisa mengendalikan potensi hujan ekstrem yang memperparah genangan di kawasan rendah Semarang–Demak.
Selain menyiapkan langkah antisipatif di udara, Luthfi memastikan semua tim di darat bekerja siaga penuh. “BPBD provinsi dan kabupaten/kota standby 1x24 jam,” tegasnya.
Dalam jangka panjang, Pemprov Jateng juga tengah mempercepat proyek besar tanggul laut raksasa (giant sea wall) yang menghubungkan Semarang–Demak, serta pembangunan dua kolam retensi di Terboyo dan Sriwulan. “Dua kolam ini akan menjadi penampung utama air limpasan, ditargetkan rampung awal 2026,” jelasnya.
Menurut Luthfi, penanganan banjir tak bisa hanya bersandar pada pembangunan fisik, tapi juga pada inovasi dan kolaborasi lintas sektor. “Kita tidak hanya melawan air, tapi juga berpacu dengan waktu dan cuaca,” katanya. (Orde)
Gubernur Jateng Siapkan Rekayasa Cuaca untuk Selamatkan Semarang-Demak 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!