Dishub DIY Waspadai Lonjakan Wisatawan Nataru, Puluhan Titik Rawan Lalu Lintas DisiapkanIlustrasi Suasana di Yogyakarta

Dishub DIY Waspadai Lonjakan Wisatawan Nataru, Puluhan Titik Rawan Lalu Lintas Disiapkan

YOGYAKARTA – Arus kunjungan wisatawan ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) diperkirakan melonjak tajam. Lebih dari 5 juta wisatawan diprediksi memadati berbagai destinasi wisata, sehingga berpotensi memicu kepadatan lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan di sejumlah ruas jalan utama.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) DIY telah memetakan puluhan titik rawan kemacetan dan kecelakaan yang tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota di wilayah DIY.

Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menyampaikan bahwa titik rawan lalu lintas umumnya berada di jalur nasional, ring road, simpang-simpang besar, serta koridor utama menuju kawasan wisata.

“Termasuk ruas perbatasan antardaerah yang menjadi pintu masuk utama wisatawan ke Yogyakarta,” ujarnya.

Di wilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, kerawanan lalu lintas banyak ditemukan di simpang empat dan simpang tiga pada ruas-ruas strategis. Pada jalur Yogyakarta–Tempel, titik rawan terpantau di Simpang Tempel, Beran, Denggung, hingga Dekso.

Sementara itu, kepadatan lalu lintas juga kerap terjadi di Jalan Pajajaran, khususnya di kawasan Simpang Monjali, UPN, Gejayan, dan Condong Catur. Di Ring Road Utara, kawasan Jombor serta Raden Rongo Kalasan menjadi perhatian karena tingginya volume kendaraan.

“Ruas ini dilalui kendaraan pribadi, bus pariwisata, hingga kendaraan logistik, sekaligus menjadi akses utama menuju wilayah timur DIY dan bandara,” jelasnya.

Kerawanan tinggi juga tercatat di jalur wisata selatan dan timur DIY, terutama pada ruas Yogyakarta–Wonosari. Sejumlah titik seperti Wiyoro, Kids Fun, Piyungan, Bukit Bintang Patuk, Gading, hingga Siyono dinilai berisiko karena kondisi jalan berkelok, perbedaan elevasi, serta lonjakan kendaraan wisata.

Selain itu, jalur Yogyakarta–Prambanan diperkirakan mengalami kepadatan, terutama di Simpang Maguwo, Bandara YIA, Kalasan, hingga kawasan Prambanan. Di wilayah barat DIY, jalur Congot, Temon, Pengasih, hingga Nanggulan juga menjadi perhatian karena aktivitas kendaraan berat.

Dishub DIY memprediksi puncak pergerakan wisatawan terjadi mulai 24 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Pada periode tersebut, volume kendaraan harian diproyeksikan meningkat signifikan, baik arus masuk ke DIY maupun mobilitas antarwilayah.

Dishub mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memantau informasi lalu lintas terkini, serta mematuhi rambu dan arahan petugas demi kelancaran dan keselamatan bersama selama libur Nataru.(bal)