Dua Kurir 225 Kg Ganja Ditangkap di Karo, Dijanjikan Upah Rp 50 JutaIlustrasi Penangkapan Kurir Narkoba

Dua Kurir 225 Kg Ganja Ditangkap di Karo, Dijanjikan Upah Rp 50 Juta

Medan – Dua pria berinisial BZ (23) dan S (28) ditangkap Polda Sumatera Utara saat mengangkut 225 kilogram ganja menggunakan mobil Daihatsu Terios di Kabupaten Karo, Sabtu (8/11/2025). Keduanya diketahui membawa ganja itu dari Aceh menuju Kota Medan.

Menurut polisi, kedua kurir tersebut tergiur bayaran Rp 50 juta dari seorang pria berinisial U, yang kini masih dalam pengejaran.

Dirresnarkoba Polda Sumut Kombes Pol Andy Arisandi menjelaskan, ganja tersebut ditemukan dalam mobil Terios putih bernomor BL 1163 SA yang digunakan kedua pelaku.

“Keduanya hanya mengaku sebagai kurir dan dijanjikan Rp 50 juta untuk mengantar ganja ke Medan,” ujar Andy dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/11/2025).

Penangkapan kedua kurir sempat berlangsung dramatis. Video yang dirilis Polda Sumut memperlihatkan mobil polisi mengejar mobil Terios yang dikendarai BZ dan S.

Saat terdesak, mobil tersebut masuk ke parit. Petugas kemudian langsung mengamankan kedua pelaku.

Dari pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan 8 karung berisi 255 bal ganja, dengan total berat sekitar 225–255 kilogram

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya pengiriman ganja dari Aceh ke Medan. Tim kemudian melakukan pemantauan dan pembuntutan hingga kendaraan berhasil dihentikan di wilayah Karo.

“Setelah dibuntuti, kendaraan yang dicurigai berhasil dihentikan dan dua pelaku ditangkap,” jelas Andy.

Dari hasil interogasi, BZ dan S mengaku hanya menjalankan perintah U. Polisi kini tengah mendalami peran jaringan lain yang terlibat.

Andy menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperketat operasi pemberantasan narkoba di Sumatera Utara, yang kerap dijadikan jalur distribusi dan pasar gelap.

“Penindakan tidak berhenti di kurir. Jaringannya juga terus kami kejar,” katanya.

Ia mengapresiasi peran masyarakat yang aktif memberikan informasi hingga pengungkapan kasus besar seperti ini bisa dilakukan.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang membantu menjaga Sumatera Utara dari ancaman narkotika,” tuturnya (Dy/ref)